Dear Papap..

Wednesday, April 6, 2011



How's heaven, Pap?

Senin kemarin Uwa Hilly menyusul Papap ke surga.. Sudahkah Papap ketemu dengan beliau?

Maya tau kabarnya beberapa jam setelah kejadian. Karena di kantor signalnya jelek banget, supir sampai nyusul ke kantor Maya dan masuk ke dalem untuk nyampein berita duka itu. Maya kaget, shock, sampai untuk beberapa detik lupa siapakah Uwa Hilly itu? Dan akhirnya semua kejadian itu terulang lagi, Maya cuma bisa nangis di depan pintu dan ngga berani masuk untuk melihat jenazah beliau. Sama seperti Maya ngeliat Papap yang udah tidur tenang 6 tahun yang lalu. Astaghfirullah..

Arya dan Ardy alhamdulillah cukup tegar. Bantu Tuhan melindungi mereka ya, Pap.. Perjalanan hidup mereka masih panjang, dan Ardy punya hati yang mulia untuk take over usaha Ibunya. Maya juga ingin ikut make sure dan menjaga mereka, tapi mereka kan bukan anak kecil lagi ya, Pap.. Apalagi badannya udah pada segede-gede gitu.

Hidup di tengah-tengah keluarga Djoe yang alhamdulillah dikaruniai usia panjang dan kesehatan yang baik, bikin Maya selalu yakin bisa berumur panjang. Tapi bertubi-tubi berita kematian yang datang setelah Papap pergi (terutama Opa, February 6th; dan Uwa), bikin Maya sadar bahwa kematian adalah suatu hal yang dekat dengan kita dan sebuah takdir yang ngga pernah kita tau akan datang kapan. Bisa hari ini, besok, atau bahkan 100 tahun lagi. Maya ngga tau apakah akan pergi ke sana sebelum atau sesudah Ibu, ngga tau juga apakah Maya akan berkesempatan menghadirkan cicit-cicit Papap di sini sebelum pergi atau ngga.. Again, semua takdir, Pap.. Sooner or later.

Anyway, keluarga ini ngga pernah sama setelah kepergian Papap. It's scary how quickly things can change in 6 years! Rasanya Maya seperti orang mengalami hormonal imbalance that made me feel strange. I don't even know my family anymore, Pap.. But I want to keep this family together, I said that to Arya about 2 years ago when we were having our dinner in Bandung. I thought it was our job as the oldest grandchildren. It's hard, Pap.. but we'll try our best to make it happen, I promise.. :)

Well, everything happens for a reason. Maya berusaha untuk menyelami kalimat itu baik-baik dari segi positifnya. Dan semoga kepergian Papap dan Uwa akan mengarah ke suatu hal yang lebih baik lagi di masa depan. Ngga ada salahnya berharap, toh hidup memang selalu penuh harapan supaya menjadi 'lebih hidup' kan, Pap? Baik-baik ya, Pap, di sana.. I love you.

♥, Me

0 comments:

Post a Comment

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)