Run running all the time running to the future with you right by my side..

Thursday, December 5, 2013

Buat beginner runners, atau temen-temen yang pengen keliatan kece tampil sebagai runners, sebenarnya ada kiat-kiat instantnya. Ini murni hasil observasi saya saja sih. Jadi sebenarnya saya sendiri memulai aktivitas lari ini dari jogging. Menyusul body building semasa naik gunung dan Paskib di jaman SMP-SMA, semasa kuliah pernah beberapa kali jogging bareng Anggi (seorang Temen SMA cum Nebengers cum Tetangga) untuk mempertahankan bentuk body. Namun sayangnya ngga berlangsung lama karena kesibukan kuliah demi lulus cum laude dan kerja yang 3 hari ngga pulang-pulang itu.

Jujur, tahun lalu ada masalah cukup berat (and I won't tell you the gory detail of that problem here), yang akhirnya bikin gemes pengen lari. So, jogging lah saya dari rumah ke jalan raya, balik lagi ke rumah. Sejak saat itu, saya lumayan rutin jogging. Rutenya masih sama dengan rute jaman kuliah, ended up breakie di McD PI atau nasi uduk di daerah seberang PIM. Karena kekenyangan, sering kali saya pulang pakai Bije Holanye.

Hobi jogging saya disusul oleh hobi runningnya Indra (sekarang eks co-worker) dan Chia (master grad classmate). Chia ini lebih determined daripada saya soalnya dia punya target shaping body. Lumayan memotivasi juga. Apalagi setelah saya ketemu dengan Geng Pacer PI, saya jadi punya running buddy. September kemarin, pas anniversary (setahun plus 2-3 bulan) running saya, saya meng-"convert" jogging menjadi running and I ran my first 10K in 1 hour and 14 minutes.
Okay, back to our main subject: Supaya kelihatan kece pas running.

Geng Pacer PI mengakui hal ini: aksesoris lari itu tujuannya pasti dua: 1. Safety; 2. Gaya. So, siapa yang bilang lari itu olah raga murah ketika kita mencoba mengedepankan salah satu dari 2 hal tersebut (apalagi kalau dua-duanya)?

Ini ada banyak shortcuts how to achieve very-runners-looking. Rating tingkat ke-runners-an dibuat untuk para amateur/beginner. Jadi semakin tinggi ratingnya silahkan ditiru yak! Kalau runningnya udah lebih commit, silahkan baru mengkomplitkan yang lain. Hihi..

1. Sepatu Lari
Siapa bilang kita bisa lari dengan menggunakan Sneakers? Sneakers ya buat sneaking toh? Intinya, perlu kita ketahui bentuk dan kelemahan kaki kita dan mencocokkannya dengan jenis sepatu lari yang kita pilih. Buat saya yang high arch, heelsnya manja, dan ada kelainan bentuk bulu tulang kaki, saya akan pakai neutral cushioning. Jadi pemilihan sepatu itu utamanya adalah untuk meminimalkan cedera, baru untuk gaya.

Sepatu lari yang bagus pasti harganya mahal. Pasti. Tapi sepatu itu juga cocok-cocokkan. Jadi jangan ragu untuk bolak-balik toko sepatu sampai cacingan untuk nyobain sepatu yang kita taksir berkali-kali. Pelari kece pasti pake sepatu kece, so sepatu kece is penting. Jangan ragu untuk pakai sepatu warna terang juga, soalnya sepatu lari emang ngga ada yang "bener" sih warnanya.. dan supaya kalau kita pakai malam juga kelihatan kan?

Tingkat ke-runners-an: 5 / 5
Sepatu running saya: Reebok dan New Balance. Reebok lebih untuk training kalau mau lebih berat, dan New Balance yang lighter bisa buat race kalau mau lari faster.
Wishlist: Brooks Ghost.

2. Jersey Lari
Jersey lari, kalau ada duit nih, mending beli yang dri fit (atau sejenisnya). Kalau ngga, lepek dan keringetan kayak babik di pinggir jalan. Bonus: masuk angin karena ngga kering-kering.

Belinya dimana? Kalau mau murah (bisa sampai 50%), beli di FO Rempoa atau di Sports Warehouse PoinSquare paling atas. Asal telaten ngoboknya, bisa dapat yang lucu, pas, dan cheaper (anyway, kalau beli sepatu di PoinS ini, pastikan bukan barang reject, karena sepatu cacat juga akan meningkatkan risiko cedera). Kalau beli jersey, dicoba dulu, jangan sampai ngga nyaman karena belahan dadanya terlalu rendah *sudah ngalamin*

Tingkat ke-runners-an: 4.5 / 5
Jersey running favorit saya: dari Reebok, New Balance, dan Adidas.

3. Nike+, Endomondo, dan sejenisnya..
Saya pakai Nike+, tapi suka dengan Endomondo karena bisa lihat split timenya lebih detail. Aplikasi ini jadi penting kalau kita mau jadi runners yang serius, soalnya lari itu adalah mengalahkan diri sendiri bukan mengalahkan orang lain seperti sprint (makanya ada istilah PB, PR, Google sendiri apa maksudnya). Biar dianggap kece juga, makanya kita jangan asal lari tapi ngga ada achievementnya.

Tingkat ke-runners-an: 5 / 5

4. SPIBelt
Bingung dimana mengantongi handphone, kunci rumah/mobil, dan duit? Ada barang bagus namanya Small Personal Item Belt (silahkan Google). Masalahnya, lari pakai tas pinggang itu ngga kece dan "kurang runners" alias keliatan amatir gituh. So, cobalah pertimbangkan untuk memiliki SPIBelt walaupun abis pertama beli, jantung saya kelojotan tiap ambil duit mingguan dari ATM.

Ada alternatif SPIBelt, yaitu Capdase yang di pinggang (belt), bukan yang di tangan (arm belt). Bisa sih diakal-akalin duit dan KTP masuk ke sana.. tapi pastikan uangnya dalam pecahan yang benar. Jangan pecahan Rp 100.000,-.. trus kita beli Aqua. Kembaliannya selipin di beha aja abis itu.

Tingkat ke-runners-an: 4 / 5

5. Visors
Saya sendiri ngga suka pakai visors atau topi saat lari. Senengnya pakai slayer gunung yang batik untuk mengikat rambut. Kalau silau mah silau aja ya. Tapi buat yang mau keliatan oke, pakai visor sih boleh juga, asal jangan yang modelnya lebay kayak mamak-mamak piknik gitu. Ingat, coba sebelum membeli.

Tingkat ke-runners-an: 2 / 5

6. Compressports
Banyak teman-teman saya yang lari dengan compressports (compression). Saya sih belum merasa butuh. Kalau kaki cramp, cramp ajalah. Pegal, pegal aja lah. Tapi pernah nyoba lari dengan compressports, memang membantu sekali dalam mengurangi kejompoan betis, soalnya gerak otot betis yang segede tales bogor ini jadi lebih minimum.

Tingkat ke-runners-an: 2.5 / 5

7. KT Tape
Ini Koyo Kinesio Tape, sejenis "lakban" sintesis yang bisa dipakai dimana aja sesuai dengan letak cedera. Saya sendiri fansnya KT Tape pasca penyembuhan shin splints dan IT band injury di awal-awal lari (pas jogging ngga jompo tuh). Kalau saya berencana long run (more than 5K), biasanya saya udah pakai KT Tape duluan daripada nanti sakit-sakit. Surprisingly, sakitnya memang jauh berkurang atau kadang dicegah oleh KT Tape ini.
Sorry kaki gue emang caur!
KT Tape ini, meskipun warna-warni, tapi tetep aja gengges kalau kita pake pas lagi ke mol. Cih, apa maksud kaki dilakbanin? Dan sayangnya, KT Tape ini tidak mengeluarkan panas seperti tape favorit saya: Koyo.

Tingkat ke-runners-an: 1.5 / 5

8. Road ID
 
Road ID ini penting banget! Just in case kita ditabrak, digigit anjing lewat, ayan di tengah jalan *knock on wood* kita punya identitas yang mudah dilihat ketimbang ICE di handphone (kadang handphone juga dipassword kan). Road ID ini perlu tertulis nama, emergency call, dan alergi (untuk yang punya). Golongan darah mungkin perlu, tapi medic atau RS pasti akan cek ulang blood type kita kok.

Saya sendiri pakai Road ID dari Road ID [link]. Alternatifnya ada Yikes ID [link], atau IndoRunners ID (pesan di Facebook IndoRunners). Road ID saya, saya pakai daily juga karena kita ngga pernah tau kalau ketimpa musibah *amit-amit* Eh, bisa juga tuh kita pakai dog tag yang diukir/grafir, belinya di pinggiran jalan Malioboro hehe..

Tingkat ke-runners-an: 2 / 5 (tapi ini penting!)

9. Hafal "Penyakit" Runners
Yang dimaksud penyakit di sini, literal loh ya.. Supaya jadi runners kece, kita jangan bilang, "Aduh perut gue di kanan sakit nih kalo lari." No, no, no. Kita harus gini, "Gue sering side stitch deh akhir-akhir ini." Jadi keluhannya lebih bermutu, somehow :))

Ada banyak penyakit runners seperti shin splints, plantar fasciitis, IT band, hamstring pain, etc. So.. buruan Google atau YouTube-ing supaya tau dan hafal penyakitnya.

Tingkat ke-runners-an: 4 / 5

10. Hafal Backgroundnya Race
Standard Chartered Marathon, Nike We Run, The Color Run, Adidas King of the Road adalah segelintir race yang memang dilaksanakan annually dan muter dari satu negara ke negara lain. Sebagai runners, kita juga harus tau background dari race tersebut (jangan asal ikut karena euphoria). Race event yang bergengsi dan bertaraf internasional biasanya juga menyediakan racepack (jersey, chiptime) yang lebih berkualitas.

Kalau bisa, dalam setahun itu sudah direncanakan mau ikut race apa saja, sehingga dana bisa dialokasikan untuk mendaftar dan beli racepacknya. Selain itu kita bisa planning, mau serius race di event mana, mau training di event mana, dan mau hura-hura di event mana. Sebagai rookie runner, saya sih gitu ya, endurancenya belum cukup untuk serius bikin PB/PR di setiap race yang diikutin.

Tingkat ke-runners-an: 3.5 / 5

Nah, sekian postingan pertama dan terakhir saya tentang running. Hahah.. males juga sih posting tentang running, nanti dikira mainstream (lah emang ngga?). Be healthy, stay fit, injury free and.... Thank God tomorrow is Friday!

♥, Me.

2 comments:

  1. Ini kocak! Gw ngikik" sendiri bacanya =)) Sepanjang ngebaca, gw menadakannya dengan suara judes lo de... Secara konten sih bener banget de, tapi di sini kinesio tape sama compressor jadi hal yang common (gak tau ya gimana di jakarta). Ah sebal musim udah dingin! Pengen lari di luar...

    Hehe nice post!

    ReplyDelete
  2. Seru amat postingannya hahaha... Gw bikin kelanjutannya nih. Cekidot!

    ReplyDelete

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)