"The Endo Life - A Guide to Healing Endometriosis Naturally" by Elizabeth Salandra.

Saturday, July 19, 2014


For every endometriosis-related blog entry, I decided to write it in Bahasa Indonesia in order to give readers most accurate information. Please click or follow this lable [link] for more posts like this.

Saya banyak mendapatkan informasi bahwa endometriosis adalah "kontrak seumur hidup". Tiga dokter yang saya temui terkait dengan penyakit ini, selalu bilang kalau endometriosis akan tumbuh lagi selama kita masih menstruasi alias belum menopause. Untuk itu, punya knowledge yang baik mengenai penyakit ini adalah suatu keharusan untuk kita. Kenapa? Karena dengan memiliki knowledge yang baik, kita bisa memperbaiki gaya hidup supaya impact yang sampai ke tubuh kita (jika memang tumbuh lagi) akan lebih minimum dari yang kita rasakan sebelumnya.

Elizabeth Salandra adalah salah satu Endo Warrior yang pernah melakukan beberapa "pengujian" untuk menemukan natural treatments untuk mengobati penyakit endometriosis yang dia derita juga. Setelah berhasil dengan pengobatan alaminya itu, dia memutuskan untuk sharing kepada sesama Endosisters dengan menuliskan buku 11 halaman berjudul The Endo Life - A Guide to Healing Endometriosis Naturally.

e-book ini menyediakan banyak informasi, termasuk apa itu endometriosis, stage-stagenya, bagaimana endometriosis mempengaruhi badan kita, dan -sesuai dengan judul bukunya- bagaimana mengobatinya. Nah, cara mengobati endometriosis ini dijabarkan dengan high level, namun memberikan banyak insights kepada kita mengenai "dos and donts"-nya.

Informasi di dalamnya sangat berguna untuk para warrior. Kita tau kalau impact penyakit ini berbeda-beda pada setiap orang, jadi walaupun treatmentnya sudah pasti berbeda, Elizabeth Salandra menyediakan semua informasi ini dengan research yang baik. Bahkan sumber informasinya dicantumkan di footnote, jadi kita bisa telusuri sendiri.

Secara pribadi, saya setuju dengan guideline dari penulis untuk melakukan exercise dan meditasi. It helps! A lot! Berikut kutipan penulis mengapa exercise dapat mengurangi impact endometriosis pada tubuh kita:
EXERCISE 
Regular exercise lowers your body’s oestrogen levels and alleviates symptoms. In a groundbreaking study of women aged 18 to 39, the Fred Hutchinson Cancer Research Center in Seattle found that high-intensity workouts, such as running, biking, and playing tennis, three or more times a week slashed endometriosis risk by 76 per cent. Yoga and Pilates moves also gently stretch the pelvic tissue and muscles. 
Recommendation: get moving every day – endometriosis can’t tell the difference between a weekday and the weekend! Even when you are fatigued and your tummy hurts, do some arm and shoulder exercises in the lounge room or take a slow walk around the block. I walk the dog almost every day and try to get to the gym at least twice a week. On weekends, I hike. I feel better on the days I have moved around compared to the days I’ve spent sitting down. It’s all about keeping your blood moving. Check out this website for details on yoga poses for women with endometriosis. Try classes at a local yoga studio or buy an at-home yoga DVD.
(Seluruh guide dituliskan dengan format di atas, dengan penjelasan yang singkat namun jelas banget!)

Nah, yang belum saya coba adalah diet-nya. Ehm, harus diakui, saya sebagai orang Indonesia adalah pemakan segala. Caffeines, non-organic foods, gluten, dairy, sambel cabe, MSG - can't live without them! :)) BUT, I think I need to know and measure how my body reacts to those diets. Jadi suatu hari nanti, saya akan mulai mengurangi makanan-makanan yang berbahaya tersebut.

So, if you want to know more about endometriosis and the most natural way to heal it, or reduce your pain, you can contact Elizabeth Salandra at hello(at)elizabethsalandra(dot)com to get this e-book. Hopefully, suatu hari saya juga bisa menuliskan hal sejenis ini untuk dapat do-share kepada sesame endosisters.

♥, Me.

0 comments:

Post a Comment

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)