Blogging & Tweeting.

Saturday, April 10, 2010

Finally, setelah blackout selama beberapa saat, listrik nyala juga. Ngga uring-uringan karena banyak tugas seperti biasanya, hari Sabtu malam ini gua leha-leha. Asli, tadi di kelas gua males banget untuk partisisapi, yang akhirnya berujung pada ketidaktahuan gua apakah ada tugas untuk minggu depan atau ngga. Karena gua ingin leha-leha, akhirnya gua diem aja tuh. Daripada nanya-nanya temen trus tiba-tiba ada tugas dan menghancurkan silent weekend gua?
Oya, bukan berarti karena malas terus gua jadi ngga berpartisisapi di kelas dong. Gua tetap berpartisisapi, setidaknya sekali. Itupun jawaban gua kurang tepat, kalau ngga mau dibilang salah!

Menjelang jam 12 malam ini, gua coba untuk menulis sebuah entry yang sebenarnya udah pengen gua tulis dari lama. Beberapa waktu lalu sempet gua tulis in English, but you know, somehow thoughts yang disampaikan dalam bahasa Inggris itu kadang-kadang lebih direct. Orang Indonesia, kalau dikasih yang direct-direct suka langsung nge-judge, "Nyolot abis nih anak!", jadi ngga jadi gua publish. Sekarang gua akan menyampaikannya dalam bahasa Indo, yang moga-moga bisa terbaca lebih halus.

Beberapa waktu yang lalu *udah lama sih sebenernya* gua kedapatan beberapa message atau DM di Twitter gua. Isinya seperti ngadu ke gua kalo ada oknum yang suka meniru, atau memplagiat, atau meng-copy-paste *gua ngga tau tepatnya apa* style gua dalam blogging maupun tweeting. Ngga tanggung-tanggung, si pengadu itu nyebut nama loh! Gua tidak pay attention dengan hal-hal seperti ini. Namanya juga nulis, cara orang menyampaikannya bisa sama kan?

Ternyata, ngga cuma gua yang dapet message seperti itu. Setelah hampir sebulanan gitu, gua baru tau kalau ternyata temen gua yang ini juga dapet message yang sama, yang bilang bahwa si X, seorang blogger, meniru beberapa terms yang sering temen gua tulis dalam blognya. Terus terang, pada akhirnya gua memang menemukan link antara kami bertiga (gua, temen gua, dan -let's say- si copy cat), tapi karena ngga ada bukti, ya buat apa ditanggapin? Kalaupun ada buktinya, ya so what?

Gua dan temen gua sih tersanjung aja ada yang perhatian :P Bahkan kalau memang benar, gua mungkin hanya akan nyengir dan bilang dalam hati, "Ooo.. ternyata ada yang "suka" sama cara kami menulis atau menyampaikan thoughts dalam 140 kata itu.." Cuk-tau, bye!

Banyak kasus lainnya yang berhubungan sama dunia cyber ini. Kemarin sempet ada kasusnya LM dan anak perempuan yang disangka menghujat BlackBerry user via Twitter. Lah, katanya di Indo ingin ada kebebasan berpendapat, kok beginian dipermasalahin sih? Selama masih ada yang sakit hati karena atau mengadu domba pendapat orang lain, tandanya kita belum siap untuk menjunjung kebebasan berpendapat. Be wise lah.. Ini dunia cyber loh! Yang namanya blog, kalau kita ngga suka, ya ngga usah dibaca, apalagi sampe ngasih komentar-komentar jahat.

Jadi, kalau terkait 'kasus' gua, boleh ngga kita ngikut-ngikutin cara blogging atau tweeting orang untuk diaplikasikan pada blog/Twitter kita untuk suatu maksud hati tertentu? Gua sih no comment :P Yang jelas, blogging dan tweeting adalah mengenai hati dan daily life diri lo sendiri, so be truth to yourself, and don't be someone that you are not ;)

Akhir kata, semoga semua pihak yang tercantel secara langsung maupun tidak langsung mendapatkan pencerahan dari entry ini. Terima kasih.

♥, Me.

2 comments:

  1. hihi.. jd penasaran sm org yg gaya nulisnya ngikutin lo.
    tapi sebenernya menurut gue, gaya penulisan lo dan ade gue itu mirip may. agak mirip ya. hmm.. gue pake istilah komikal dan ekspresif utk gaya menulis lo berdua.

    ReplyDelete
  2. Bukan Dinda juga sih, Sha.. Dinda emang mirip sama gua jadi ya otaknya sama kali ya? :P
    Komikal dan ekspresif sih iya, jangan lupa ditambahin "uncensored", yang kadang bikin inappropriate untuk ditulis di public space..

    ReplyDelete

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)