Wednesday, June 12, 2019

Oh My.. Where Have All The Emphaty Gone?

WereBothLittlePeople - DeviantArt
MUNGKIN,

orang-orang seumuran gue (early 30s) banyak yang lagi menghadapi fase kehidupan yang challenging secara mental. Mayoritas karirnya sedang menanjak dan itu biasanya merupakan kondisi yang melelahkan di kantor. Mayoritas juga, kebutuhan hidup sedang meningkat karena baru berkeluarga, anak masuk sekolah, mulai mencicil rumah, ataupun kehilangan orang tua yang dulu menjadi tulang punggung keluarga.

Singkatnya, fase kehidupan yang challenging ini disebabkan oleh perubahan yang mulai mengonsumsi banyak energi. Gue pun menghadapinya, tapi sebisa mungkin gue menahan keluhan gue. Karena sekalinya mengeluh.... mungkin gue akan mengeluh terus-terusan.

Sunday, June 2, 2019

A Menspad First-Timer!


Udah cukup lama gue denger dan tau soal Menspad atau reusable cloth sanitary napkins, tapi ngga pernah nyangka gue akan nyoba pakai Menspad ini. Gue cukup skeptis gimana bahan kain bisa membuat kondisi di antara selangkangan itu cukup nyaman, karena kan dia tebal ya, sementara gue biasanya pakai pads yang setipis mungkin. Laluuuu... apakah memang bener anti bocor?

I did a lot of research. Gue baca-bacain blog orang, review-review di marketplace, sampai cari YouTube yang isinya ngereview Menspad. Kesimpulannya: Ngga akan tau jawabannya kalau ngga coba sendiri. Maka gue beli Menspad langsung beberapa unit (ternyata udah bonus insertsnya) dengan jumlah yang cukup untuk dipakai selama mens.

Sunday, May 26, 2019

Adulting My Finances.


Tiga tahun belakangan, kondisi keuangan gue butut banget karena beberapa hal, salah satunya adalah cara pengelolaan yang urakan. Contoh urakan yang paling konkret itu ada 2, yaitu pemecahan tabungan di banyak rekening dan penggunaan credit card sebagai instrumen pembayaraan saat gue *ehm* belanja online. Akibatnya, gue pusing sendiri saat gue melakukan rekonsiliasi keuangan saat dibutuhkan.

Sebenarnya mudah untuk mengenali tanda-tanda keuangan kita lagi butut gini. Pertama, kita merasa overwhelmed dengan banyaknya kartu (atau mobile apps banking/payment) dan ngga hafal balance masing-masing, dan yang kedua, tentu saja ngerasa bokek mulu. Tiga tahun terakhir ini gue sempat beberapa kali ngerasain kedua hal itu secara bergantian ataupun bersamaan. Akhirnya sekarang gue mencoba untuk lebih rapi dan disiplin.

Dan ternyata ngga gampang untuk ngebenahin pengelolaan keuangan. Bukan dengan sekali coba trus langsung berhasil dan selesai masalah-masalah gue. Sampai sekarang, udah jalan setengah tahun tapi gue belum menemukan cara yang pas. Satu solusi yang cukup membantu adalah mengurangi jumlah rekening yang dikelola. Jadi sejak akhir tahun lalu, ada 2 rekening utama yang gue kelola: rekening tabungan dan rekening jajan. Keduanya pakai bank yang berbeda, tapi masing-masing punya mobile apps yang OK banget biar ngelolanya dan monitornya mudah.

Saturday, May 18, 2019

Five Things.


On my mind...

1. Sometimes things just happen the right way and you say "yes". I need to get back to saying "yes". I would thrust out my "no" too quickly and closed myself off to opportunities. But now, I feel safe enough to be open again.

2. I think back to the way it felt to go to the office without laptop in my bag in the morning with a cup of coffee in my hand, fresh air deep in my lungs. Hmm...

3. I think that big changes actually can be easy when we're making them in order to be in alignment with our higher selves.

4. Why did they have to remake Disney Movies?

5. The last thing I've been pondering today is how much we talk about the differences in thinking between women and men. How one always thinks they know slightly more or slightly better than the other. How sometimes the best thing to do is to just keep quiet. I mean, you say your piece, and then let yourself move on.

Sunday, April 28, 2019

Galak.


Sunday night again! GAAAAAAAAAHHHH!!!

Anywaaay.. mungkin berdasarkan foto di atas bisa ditebak di mana lokasi kantor gue. :D

Gue lagi di rumah sih, foto itu diambil beberapa waktu lalu saat gue nunggu lift dan menyadari betapa gloomynya cuaca di luar. Gue ngga kangen sama cuaca panas karena belakangan ini switch dari panas-terang ke hujan-gloomy secepat membalikkan telapak tangan gitu. Gue kangen sama cerah dingin.. kayak di London pas Summer atau di Aussie pas Winter. Ehe....

Saturday, April 20, 2019

Coffee Talk: You Want What You Can’t Have.


Ada beberapa situasi dalam hidup ini yang meninggalkan kita tanpa solusi. Hari ini, gue bilang ke teman gue bahwa yang bisa kita lakukan cuma move on.

Mungkin gampang bagi gue untuk bilang begitu karena gue pernah berada dalam kondisi itu beberapa kali (ini bukan special case tentang relationship, bisa aja dalam kerjaan dan kehidupan sehari-hari). I used to hate that situation because there's nothing worse that feeling no finality to something, but I still like resolution. So how do I get resolution on my own? My answer only "Everything happens for a reason". With that I'm trying to see the best in every situation that comes my way.

Lalu, ya move on.

Friday, April 19, 2019

Packing for Business Trip.


Minggu depan ke Medan! Yeay! *tiger sprong*

Setelah Bulan Maret sama sekali ngga biztrip, trus mau ke Medan tuh rasanya.... HEUHEUHEUEH. Rencananya mau presentasi untuk cairin termin kedua project gue yang udah overdue karena beberapa hambatan. Semoga lancar. Semoga bisa cepet-cepet nagih supaya budget outing tahun ini bisa dipenuhin. Amin.

Trus karena excited, gue jadi berbersih koper hari ini dong.. trus refill botol-botol toiletteries dan rapiin makeup kit. Biasanya gue agak males sih refillin botol-botol itu sampai dulu gue pernah pergi dengan botol-botol yang isinya cuma bisa dua kali pakai. Udah gitu sampai sana EXTEND PULA! Belanja lah gue ke supermarket. Sampai supermarket, masuklah cereal, susu, kopi instan, beng-beng ke keranjang belanjaan.

Tapi kalau adek gue yang travel, gue selalu perhatiin botol traveling dia penuh atau ngga..
Kalau ngga..
Gue isiin sampe penuh -__-
Apa coba maksudnya?

Thursday, April 18, 2019

Soal Pemilu 2019 -- Blog Post di Jam Kerja.


Gue nulis ini di jam kerja. Well, sebenarnya jam istirahat yang agak telat. Gue bawa laptop ke kafetaria gedung -niatnya- biar bisa kerja sambil makan siang. Tapi ternyata ibu-ibu di meja seberang (kayaknya bukan karyawan tenant gedung) lagi ngomongin pemilu kemarin. Lalu gue merasa super terganggu dengan topik pembahasannya.

Pemilu ini memang selalu sensitif dan merupakan topik yang gue hindari saat ngobrol kecuali gue ketemu orang yang punya pilihan presiden yang sama dengan gue. Kalau ditanya, gue selalu menjawab bahwa gue udah menentukan pilihan, tapi gue menghindari untuk memulai pembicaraan tentang pilpres ini dan menyebut siapa pilihan gue. Walaupun sebenarnya sih.. ketebak kok gue memilih siapa.

17 April 2019 kemarin adalah hari yang gue tunggu-tunggu karena gue pengen seluruh pembicaraan, timeline, feeds, atau apapun namanya kembali menjadi normal. Kalau ngga bisa kembali normal, minimal kembali tolerable dan bisa diaccept sama kuping dan logika gue. Gue pengen unmute account teman-teman gue yang cenderung provokatif atau banyak kebenciannya. Gue kangen di saat semua pembicaraan adalah hal-hal ringan dan entertaining, ketimbang pembicaraan berat sebelah yang terkadang didukung oleh ayat/pendapat religius.

Sunday, April 14, 2019

Dark Sunday (Part 2).


<< Link to part one.

Minggu ini capek banget.

Dari hari Selasa sampai Jum'at selalu pulang malam. Mulai dari ekskul muay thai di hari Selasa, lalu ada training internal setiap after office hours di hari Rabu sampai Jum'at, lanjut kemarin ke kantor untuk sesi training terakhir. Baru selesai sekitar pukul 4 sore. Well, "selesai".... gue hajar semua di satu minggu walaupun badan balum 100% fit so I can enjoy the rest of April. I know I'm old. Cat's out of the bag!

Tiga setengah jam menuju hari Senin, sekarang gue lagi tiduran sambil denger random playlist di Spotify writing about my mundane life *for those who are interested*. Gue was-was sama minggu depan yang cuma efektif kerja 3 hari karena ada libur Pemilu dan Good Friday. Artinya, gue mesti nyelesain pekerjaan 5 hari dalam waktu 3 hari HAHAHAHAH... OMG, gimana?

Iyes, buat kebanyakan white collar atau pekerja, libur 2 hari seminggu rasanya tuh enak banget.. tapi terus terang gue udah lupa kapan gue bisa enjoy tanggal merah. Enjoy sih enjoy ya, tapi hati sama kepala ini was-was loh karena sadar banyak kerjaan yang ngga tersentuh. Ya masa gue mau kerja pas tanggal merah sih? Diri ini juga butuh ke mall loh.. Tapi yang bikin gue semangat, gue tau gue ngga sendirian karena pasti banyak yang kayak gue, terutama yang profesinya mirip-mirip hahahah... #sad (dari tadi hahaha tapi sebenernya itu ketawa nervous).

<sigh> I'm not really sure how many times I can express my dislike for Sunday night. </sigh>

Monday, April 8, 2019

London, July 25th, 2017.


"Then which of your Lord's blessings would you both deny?" (QS Ar-Rahman)

Sometimes I read my Holy Qur'an and feel like I am a total failure. It's not just because everyday I sin and everyday I fall short of what I know I'm capable of doing, but it's because I read verses like the one above and I feel like it should be simple: Be thankful.

It shouldn't be hard, right?

Why do I have to stop and think for a second?