Pages

13.

Tuesday, December 11, 2018

Blogging di Bulan Desember artinya ngucapin selamat ultah untuk blog ini. Ke-13! Finally, blog ini udah jadi teenager. Anyway, berhubung sekarang banyak orang lebih milih vlogging, apakah nge-blog udah jadi hal yang ketinggalan zaman?

Gue juga perhatiin, kebanyakan blog baru muncul dengan brand yang bagus-bagus. Entah branding sebagai Lifestyle Influencer, Travel Blogger, Food Blogger, dan lain-lain. Kalau gue, masih keukeuh blogging seperti 13 tahun lalu.. bahkan seperti waktu masih nulis di blog-nya Friendster sebelum pindah ke Blogspot/Blogger.

Tiga belas tahun nulis di sini, gue udah ngalamin fase nulis sambil sok lucu, nulis sambil jatuh cinta, nulis pakai Bahasa Inggris trus pakai Bahasa Indonesia lagi, trus tiba-tiba ngereview makeup dan skin care.. ish random kali lah!

Kalau ultah, kita boleh make a wish lah ya. Ada dua hal yang pengen banget gue lakukan untuk blog ini, tapi belum pernah gue lakukan karena ngga tau gimana memulainya.

Pertama, sebenarnya gue ingin bikin brand juga heuheuheuh. Membuat image untuk pseudonym "Misswhadevr" ini kayaknya seru, tapi somehow Misswhadevr yang dibuat 13 tahun lalu udah ngga match dengan gue yang sekarang. Lagian kalau gue mau branding.. hmm.. hidup gue *masih terlalu dan selalu* mundane, jadi sering ngga ada bahan untuk nulis.

Kedua, gue pengen banget nulis travel diary. Yes, I travel A LOT (dan ini malahan jarang banget gue tulis)! Pekerjaan gue sebagai konsultan menuntut gue untuk siap business trip ke luar kota. Setahun ini gue kayaknya lebih dari 20x business trip dan pertama kalinya dalam setahun gue dapat paket komplit Sumatra-Kalimantan-Selawesi-Jawa (di luar Jakarta). Durasi business trip berkisar antara 4 hari sampai hanya beberapa jam alias pulang-pergi. Sepertinya lumayan kalau gue dokumentasiin dalam tulisan, tapiiii tiap business trip gue terlalu fokus kerja sampai belum pernah jadi turis.

Selain business trip, setiap tahun gue beberapa kali ke Singapore untuk quick gateway (saking seringnya, ini disebut mudik). Tahun ini gue istirahat "liburan besar", jadi gue memutuskan untuk jalan-jalan ke Penang. Lagi-lagi, rasanya kok males aja untuk nulis tentang hal-hal yang berhubungan dengan travel (kayaknya pernah dibahas di sini kenapa malas nulis tentang travel). Tapi yah.. pengen aja :D

Until laterrr!

I ruptured an ovarian cyst.. and that's the worst pain I've ever felt in my life.

Tuesday, November 20, 2018

Walaupun kista di ovarium gue yang pertama teridentifikasi sebagai endometriosis, ternyata sepanjang "perjalanan" kedua ini dokter hanya menamakan "unidentified ovarian cyst". Agustus lalu, kista itu udah melebihi 6 cm dan akhirnya melintir lalu rembes. Kalau ngga mengganggu aktivitas, kista seperti itu akan dibiarkan - tapi kalau menganggu, baru akan ditentukan treatmentnya. Dalam kasus gue, akhirnya gue segera dilarikan ke ruang operasi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Gue memang terbuka tentang endometriosis atau kista ovarium yang gue alami ini. Menuliskan semuanya ke dalam blog ini pun membuat gue berkomunikasi dengan banyak perempuan lainnya yang mengalami hal serupa. Ngga gue sangka, bahwa penyakit ini sedekat itu dengan gue.

Moving on to our subject... Gimana ceritanya saat kista ovarium ruptured?

Casing Handphone.

Sunday, October 28, 2018


Begitu ngelihat handphone di tangan gue, sering banget temen-temen pada langsung nanya, "Handphone lo ngga di-casing-in?" Dulu sampai ada seorang temen yang begitu lihat handphone baru gue naked, dia langsung nyeletuk, "Kan, ngga di-casing-in lagi, kan!", lalu pertemuan berikutnya udah ngejerit, "Mayaaaaaakkkk beli casing handphone!" Inget banget waktu itu gue baru ganti ke iPhone 6, jadi pas handphone pipih dan rada besar masih dianggap barang ringkih.

EMPTIES: Original Soapless Facial Cleanser Sensatia Botanicals.

Sunday, May 13, 2018


Di sela-sela penyembuhan kondisi kulit yang sempet jerawatan parah, gue ganti cleanser dari Cetaphil ke Sensatia Botanicals ini. Sebelumnya gue ngga pernah denger namanya sampai dengan pas dibawain sama Nadya dari Bali. Gue sempat ragu untuk nyoba karena waktu itu lagi pakai Cetaphil dan jerawat udah mulai pada kempes, tapi ternyata.. seri Original Soapless ini sama sekali ngga memperparah kondisi kulit yang waktu itu masih banyak jerawat batunya.

Agree to Disagree: Make-up can be done at home, it’s not necessary to go to a makeup artist for it.

Saturday, April 7, 2018


Ada satu pertanyaan besar yang menclok di kepala gue: Apakah hanya sedikit Makeup Artist (or should I say "Makeup Artist"?) di Indonesia yang berani memberikan clientnya dandanan yang anti mainstream? Atau, dandanan semua orang menjadi mirip karena memang clientnya yang request untuk didananin seperti itu?

I mean, semua Instagram Page-nya MUA yang gue lihat pada seragam banget seperti barang mass-production. So, dimanakah sisi art-nya? No offense ya.. gue awam dengan beauty industry, jadi itulah pertanyaan terbodoh gue. But... I wanna know aja, kenapa hasil dandanan MUA semuanya mirip. Apakah memang trendnya lagi seperti ini?

Endometriosis Blah-blah-blah.

Friday, March 30, 2018

Satu-dua bulan terakhir, gue merespon beberapa e-mail dari pembaca blog post gue tentang endometriosis. Ada 3 orang, dan semuanya adalah perempuan-perempuan yang baru aja didiagnosa endometriosis. Truth: Mereka bukan blog reader gue sih, tapi orang yang nyasar ke sini karena nge-google endometriosis hahahah #miris.

Januari atau awal Februari lalu, gue kontrol 6 bulanan (berarti 1 tahun setelah postingan terakhir tentang endometriosis). Ukuran kistanya udah membesar, sekitar 4 cm-an tapi masih di bawah 5 cm. Gue sempet worried karena sejak akhir tahun 2017, jadwal mens gue mulai aneh-aneh dan gue sering ngerasain pelvic pain dan konstipasi.

Jadi sebenarnya kenapa endometriosis bisa muncul lagi?

EMPTIES: Maybelline NY'S Mascaras - PART 2.

Saturday, March 3, 2018


Kita-kira 2 bulan setelah postingan pertama tentang empties-nya mascara Maybelline ini [link], gue business trip ke Singapore dan beli 2 jenis mascara Maybelline baru di sana, yaitu The Falsies Push Up Angel dan Lashionista. Kalau ngga salah masing-masing harganya S$21-ish dan S$24-ish. Waktu itu keduanya belum ada di Indonesia, jadi gue membayar "gaya" dengan harga mahal alias biar beda dengan orang lain (lagian mascara Maybelline jarang mengecewakan yekan!). Oya, sebelum ke Singapore itu gue beli The Falsies Push Up Drama di drugstore di Jakarta. Menurut gue hasilnya ngga mengecewakan walaupun sebel banget karena lama keringnya.

Ternyata The Falsies Push Up Angel dan Lashionista sama sekali ngga mengecewakan! Gue pakai kedua mascara itu secara bergantian sampai keduanya habis (sempat di-topup dulu dengan eyedrop haha!). Karena The Falsies Push Up Angel akhirnya masuk ke Indonesia, gue memutuskan untuk repurchase (hence ada 2 mascara di fotonya). Di sini The Falsies Push Up Angel dijual seharga Rp 120.000-130.000-an gitu. Nah, selisih harga itu gue pikir karena rate aja. Tapi tampaknya... bukan itu alasannya!
 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)