EMPTIES: Original Soapless Facial Cleanser Sensatia Botanicals.

Sunday, May 13, 2018


Di sela-sela penyembuhan kondisi kulit yang sempet jerawatan parah, gue ganti cleanser dari Cetaphil ke Sensatia Botanicals ini. Sebelumnya gue ngga pernah denger namanya sampai dengan pas dibawain sama Nadya dari Bali. Gue sempat ragu untuk nyoba karena waktu itu lagi pakai Cetaphil dan jerawat udah mulai pada kempes, tapi ternyata.. seri Original Soapless ini sama sekali ngga memperparah kondisi kulit yang waktu itu masih banyak jerawat batunya.

Agree to Disagree: Make-up can be done at home, it’s not necessary to go to a makeup artist for it.

Saturday, April 7, 2018


Ada satu pertanyaan besar yang menclok di kepala gue: Apakah hanya sedikit Makeup Artist (or should I say "Makeup Artist"?) di Indonesia yang berani memberikan clientnya dandanan yang anti mainstream? Atau, dandanan semua orang menjadi mirip karena memang clientnya yang request untuk didananin seperti itu?

I mean, semua Instagram Page-nya MUA yang gue lihat pada seragam banget seperti barang mass-production. So, dimanakah sisi art-nya? No offense ya.. gue awam dengan beauty industry, jadi itulah pertanyaan terbodoh gue. But... I wanna know aja, kenapa hasil dandanan MUA semuanya mirip. Apakah memang trendnya lagi seperti ini?

Endometriosis Blah-blah-blah.

Friday, March 30, 2018

Satu-dua bulan terakhir, gue merespon beberapa e-mail dari pembaca blog post gue tentang endometriosis. Ada 3 orang, dan semuanya adalah perempuan-perempuan yang baru aja didiagnosa endometriosis. Truth: Mereka bukan blog reader gue sih, tapi orang yang nyasar ke sini karena nge-google endometriosis hahahah #miris.

Januari atau awal Februari lalu, gue kontrol 6 bulanan (berarti 1 tahun setelah postingan terakhir tentang endometriosis). Ukuran kistanya udah membesar, sekitar 4 cm-an tapi masih di bawah 5 cm. Gue sempet worried karena sejak akhir tahun 2017, jadwal mens gue mulai aneh-aneh dan gue sering ngerasain pelvic pain dan konstipasi.

Jadi sebenarnya kenapa endometriosis bisa muncul lagi?

EMPTIES: Maybelline NY'S Mascaras - PART 2.

Saturday, March 3, 2018


Kita-kira 2 bulan setelah postingan pertama tentang empties-nya mascara Maybelline ini [link], gue business trip ke Singapore dan beli 2 jenis mascara Maybelline baru di sana, yaitu The Falsies Push Up Angel dan Lashionista. Kalau ngga salah masing-masing harganya S$21-ish dan S$24-ish. Waktu itu keduanya belum ada di Indonesia, jadi gue membayar "gaya" dengan harga mahal alias biar beda dengan orang lain (lagian mascara Maybelline jarang mengecewakan yekan!). Oya, sebelum ke Singapore itu gue beli The Falsies Push Up Drama di drugstore di Jakarta. Menurut gue hasilnya ngga mengecewakan walaupun sebel banget karena lama keringnya.

Ternyata The Falsies Push Up Angel dan Lashionista sama sekali ngga mengecewakan! Gue pakai kedua mascara itu secara bergantian sampai keduanya habis (sempat di-topup dulu dengan eyedrop haha!). Karena The Falsies Push Up Angel akhirnya masuk ke Indonesia, gue memutuskan untuk repurchase (hence ada 2 mascara di fotonya). Di sini The Falsies Push Up Angel dijual seharga Rp 120.000-130.000-an gitu. Nah, selisih harga itu gue pikir karena rate aja. Tapi tampaknya... bukan itu alasannya!

EMPTIES: Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask.

Friday, February 16, 2018


Sambil nulis postingan ini, gue maskeran pakai colekan terakhir clay mask ini. Gue seneng banget maskeran pakai clay mask powder yang harus dicampur dulu dengan air baru diratakan ke wajah (gue  campur pakai air mawar Viva). Lalu pas gue denger ada clay mask yang "instan" gini, gue kemakan racun dan beli pas mampir ke outletnya di Sency.

Setelah ngabisin satu jar, gue ngga ngerti apa efeknya di wajah gue. Gue ngga suka pakai clay mask yang ngga bisa mencapai kekeringan yang gue mau sebelum waktunya bilas. Gue ngga suka sama kekentalan dan konsistensinya. Dan yang paling bikin gue ngga suka adalah wanginya. Wanginya terlalu parfum buat gue sampai gue anxious setiap kali pake. Udah gitu lama pula habisnya! Sigh...

How Does It Feel to Travel Alone (to Foreign Country)?

Thursday, February 15, 2018



Solo trip (alias jalan-jalan long destination sendirian) bukan ajang untuk menemukan jati diri. Meskipun gue akui dalam solo trip kita akan menemukan fakta-fakta menarik tentang diri kita yang sebelumnya ngga kita sadarin. Contohnya: apakah kita tipe orang yang antisipatif dan suka memikirkan risiko, bagaimana kita menangani masalah, secepat apa kita membuat keputusan, semalas apa diri kita, dan lain-lain.

Sesiap apapun kita dalam melakukan solo trip, datang ke wilayah yang belum kita kenal itu memperbesar zona uncertainty. Gue bukannya mau nakut-nakutin ya, tapi solo trip itu menyadari betapa vulnerable, introvert, dan randomnya diri gue. Gue tidak menemukan jati diri, tapi gue mengenal diri gue lebih dalam lagi.

Trus apakah pulang-pulang dari solo trip kita akan menjadi orang yang "baru"? (Pertanyaan dilontarkan oleh orang-orang yang sering mencari jawaban dari Google atau denger temennya yang sangat filosofis).

EMPTIES: Burberry Body & Burberry London Perfume.

Sunday, February 11, 2018


Lupa tepatnya kapan.. tapi kira-kira hanya berseling beberapa bulan dari gue posting tentang parfum baru Diesel ini, gue akhirnya beli Burberry Body. Karena waktu itu lagi sale di Sogo berupa potongan 50% untuk second purchasenya, akhirnya gue pun beli Burberry London. Impulsive, I know, tapi biarin lah, kejadiannya udah lebih dari 4 tahun lalu.

Sialnya, gue pun seneng banget sama duet ganti-gantian Burberry London & Burberry Body ini. Selang waktu 4 tahun ini gue sudah satu kali repurchase Burberry Body, dan 2 kali repurchase Burberry London. Botol Burberry London ketiga sekarang masih ada 1/3-nya, tapi karena gue udah abisin cukup banyak jadi boleh lah diconsider sebagai empties juga.

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)