Pages

I ruptured an ovarian cyst.. and that's the worst pain I've ever felt in my life.

Tuesday, November 20, 2018

Walaupun kista di ovarium gue yang pertama teridentifikasi sebagai endometriosis, ternyata sepanjang "perjalanan" kedua ini dokter hanya menamakan "unidentified ovarian cyst". Agustus lalu, kista itu udah melebihi 6 cm dan akhirnya melintir lalu rembes. Kalau ngga mengganggu aktivitas, kista seperti itu akan dibiarkan - tapi kalau menganggu, baru akan ditentukan treatmentnya. Dalam kasus gue, akhirnya gue segera dilarikan ke ruang operasi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Gue memang terbuka tentang endometriosis atau kista ovarium yang gue alami ini. Menuliskan semuanya ke dalam blog ini pun membuat gue berkomunikasi dengan banyak perempuan lainnya yang mengalami hal serupa. Ngga gue sangka, bahwa penyakit ini sedekat itu dengan gue.

Moving on to our subject... Gimana ceritanya saat kista ovarium ruptured?

Casing Handphone.

Sunday, October 28, 2018


Begitu ngelihat handphone di tangan gue, sering banget temen-temen pada langsung nanya, "Handphone lo ngga di-casing-in?" Dulu sampai ada seorang temen yang begitu lihat handphone baru gue naked, dia langsung nyeletuk, "Kan, ngga di-casing-in lagi, kan!", lalu pertemuan berikutnya udah ngejerit, "Mayaaaaaakkkk beli casing handphone!" Inget banget waktu itu gue baru ganti ke iPhone 6, jadi pas handphone pipih dan rada besar masih dianggap barang ringkih.

EMPTIES: Original Soapless Facial Cleanser Sensatia Botanicals.

Sunday, May 13, 2018


Di sela-sela penyembuhan kondisi kulit yang sempet jerawatan parah, gue ganti cleanser dari Cetaphil ke Sensatia Botanicals ini. Sebelumnya gue ngga pernah denger namanya sampai dengan pas dibawain sama Nadya dari Bali. Gue sempat ragu untuk nyoba karena waktu itu lagi pakai Cetaphil dan jerawat udah mulai pada kempes, tapi ternyata.. seri Original Soapless ini sama sekali ngga memperparah kondisi kulit yang waktu itu masih banyak jerawat batunya.

Agree to Disagree: Make-up can be done at home, it’s not necessary to go to a makeup artist for it.

Saturday, April 7, 2018


Ada satu pertanyaan besar yang menclok di kepala gue: Apakah hanya sedikit Makeup Artist (or should I say "Makeup Artist"?) di Indonesia yang berani memberikan clientnya dandanan yang anti mainstream? Atau, dandanan semua orang menjadi mirip karena memang clientnya yang request untuk didananin seperti itu?

I mean, semua Instagram Page-nya MUA yang gue lihat pada seragam banget seperti barang mass-production. So, dimanakah sisi art-nya? No offense ya.. gue awam dengan beauty industry, jadi itulah pertanyaan terbodoh gue. But... I wanna know aja, kenapa hasil dandanan MUA semuanya mirip. Apakah memang trendnya lagi seperti ini?

Endometriosis Blah-blah-blah.

Friday, March 30, 2018

Satu-dua bulan terakhir, gue merespon beberapa e-mail dari pembaca blog post gue tentang endometriosis. Ada 3 orang, dan semuanya adalah perempuan-perempuan yang baru aja didiagnosa endometriosis. Truth: Mereka bukan blog reader gue sih, tapi orang yang nyasar ke sini karena nge-google endometriosis hahahah #miris.

Januari atau awal Februari lalu, gue kontrol 6 bulanan (berarti 1 tahun setelah postingan terakhir tentang endometriosis). Ukuran kistanya udah membesar, sekitar 4 cm-an tapi masih di bawah 5 cm. Gue sempet worried karena sejak akhir tahun 2017, jadwal mens gue mulai aneh-aneh dan gue sering ngerasain pelvic pain dan konstipasi.

Jadi sebenarnya kenapa endometriosis bisa muncul lagi?

EMPTIES: Maybelline NY'S Mascaras - PART 2.

Saturday, March 3, 2018


Kita-kira 2 bulan setelah postingan pertama tentang empties-nya mascara Maybelline ini [link], gue business trip ke Singapore dan beli 2 jenis mascara Maybelline baru di sana, yaitu The Falsies Push Up Angel dan Lashionista. Kalau ngga salah masing-masing harganya S$21-ish dan S$24-ish. Waktu itu keduanya belum ada di Indonesia, jadi gue membayar "gaya" dengan harga mahal alias biar beda dengan orang lain (lagian mascara Maybelline jarang mengecewakan yekan!). Oya, sebelum ke Singapore itu gue beli The Falsies Push Up Drama di drugstore di Jakarta. Menurut gue hasilnya ngga mengecewakan walaupun sebel banget karena lama keringnya.

Ternyata The Falsies Push Up Angel dan Lashionista sama sekali ngga mengecewakan! Gue pakai kedua mascara itu secara bergantian sampai keduanya habis (sempat di-topup dulu dengan eyedrop haha!). Karena The Falsies Push Up Angel akhirnya masuk ke Indonesia, gue memutuskan untuk repurchase (hence ada 2 mascara di fotonya). Di sini The Falsies Push Up Angel dijual seharga Rp 120.000-130.000-an gitu. Nah, selisih harga itu gue pikir karena rate aja. Tapi tampaknya... bukan itu alasannya!

EMPTIES: Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask.

Friday, February 16, 2018


Sambil nulis postingan ini, gue maskeran pakai colekan terakhir clay mask ini. Gue seneng banget maskeran pakai clay mask powder yang harus dicampur dulu dengan air baru diratakan ke wajah (gue  campur pakai air mawar Viva). Lalu pas gue denger ada clay mask yang "instan" gini, gue kemakan racun dan beli pas mampir ke outletnya di Sency.

Setelah ngabisin satu jar, gue ngga ngerti apa efeknya di wajah gue. Gue ngga suka pakai clay mask yang ngga bisa mencapai kekeringan yang gue mau sebelum waktunya bilas. Gue ngga suka sama kekentalan dan konsistensinya. Dan yang paling bikin gue ngga suka adalah wanginya. Wanginya terlalu parfum buat gue sampai gue anxious setiap kali pake. Udah gitu lama pula habisnya! Sigh...
 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)