Saturday, March 28, 2020

Week 13 of #52WeeksofMisswhadevr | I "Went" to Plaza Senayan.


This quarantine is taking its toll on me T_T

Sekarang hari ke-16 untuk gue, dan sejak 2 hari lalu, gejala stress udah muncul. Biasanya kalau gue udah stress level banget, gue kedatengan tamu.. eczema. Jaraaang banget eczema muncul, kecuali kalau stress gini. Biasanya muncul di pergelangan tangan di balik jam, tapi kali ini muncul di 3 tempat lain: jari telunjuk kiri, punggung tangan kanan, dan betis kaki kanan. Semuanya sekecil bentol  dan warnanya cuma pink but, yeah, it's eczema. ECZEMA DI TEMPAT BARU AAAARGHHH!!

Gue ngga tau apa yang bikin gue stress: apakah WFH yang menyebabkan cara bekerja semakin intense atau kenyataan 2 minggu lebih ngga menghirup udara mall?!

Friday, March 27, 2020

Istanbul - Bagian Dua.

Gue sering menekankan ke banyak orang kalau gue ngga pandai untuk bikin review liburan atau pun rekomendasiin tempat belanja dan makan karena pada dasarnya, setiap solo trip selalu gue jalanin secara mindful. Mungkin ngga banyak tempat yang gue kunjungi, tapi yang jelas gue bener-bener menikmati kemana pun gue berjalan. Untuk trip ke Istanbul lalu, gue memang punya tujuan khusus, yaitu berhenti sejenak dari kehidupan sehari-hari yang fast pace. Gue berangkat tanpa itinerary, tanpa ekspektasi, dan cuma berbekal harapan kalau selama seminggu ke depan gue bisa mengistirahatkan otak gue yang udah kelamaan mendidih.

Seminggu emang pendek, tapi saat beli tiket somehow gue punya feeling suatu saat nanti gue akan ke Istanbul lagi. Jadi lebih baik jangan dibikin puas.

Setiap hari, gue ngabisin waktu 4 jam di coffee shop untuk duduk dan journaling. Aktivitas itu emang bisa (dan biasa) gue kerjain di Jakarta, tapi rasanya beda pada saat lo ngga diganggu.

Dalam blog post ini, gue mau tulisin beberapa informasi jadi Para First-Timers nanti tau what to expect saat bikin rencana pergi ke Istanbul.


Saturday, March 21, 2020

Week 12 of #52WeeksofMisswhadevr | Self-Quarantine.


Fair enough kalau postingan week ke-12 ditulis sekarang karena besok pun ngga ada apa-apa. Hari ini, gue udah 9 hari self-quarantine sejak pulang dari overseas untuk mencegah penularan COVID-19 just in case gue seorang carrier. Awalnya ini policy dari kantor gue yang minta gue ngga ke kantor dulu sebelum 14 hari terhitung tanggal pulang gue, tapi per Senin kemarin, kantor pun resmi menerapkan social distancing dan WFH.

Gue cukup early catch-up dengan issue Coronavirus ini. Gue inget di minggu-minggu pertama 2020, gue baru aja sampai kantor, pas di lift gue buka Flipboard, beritanya penuh dengan Wuhan Virus. Gue juga sempet ngobrolin ini sama Nadya yang awal February pergi ke Jepang. Waktu itu pembicaraan kita, "Kesel ngga sih, mau liburan malah ada virus gini?"

Mendekati keberangkatan gue ke Istanbul di awal Maret, gue masih termasuk orang yang berpikiran kalau ada langkah preventif yang bisa gue terapin supaya ngga ketularan. Jujur, waktu itu gue juga rada ignorance, karena selama February adik gue yang di Sydney pergi di Spanyol, dan adik gue yang satunya juga pergi ke Belanda selama Maret-April. Kata gue dalam hati, "Hidup ngga usah berhenti lah.."

Monday, March 16, 2020

Week 11 of #52WeeksofMisswhadevr | Istanbul - Bagian Satu.


Cerita dan refleksi di minggu ke sebelas ini agak nyampur dengan minggu ke sepuluh karena gue alami saat solo travel ke Istanbul, tapi most of the feeling gue rasain di minggu ini.

Saat gue ke Istanbul, gue bawa journal gue dan rajin nulis di sana. Dalam sehari gue bisa 4 jam duduk di coffee shop dan nulisin (plus gue bikin konsep untuk novel kedua gue di journal yang sama). Sesampainya di sini, gue memutuskan untuk menulis di journal baru, yang akhirnya menyisakan 10 lembar ngga terisi di journal yang gue bawa itu.

Kenapa? Karena gue merasa sakit hati. Nulis di journal yang sama takut bikin gue ngga bisa move on.

Friday, March 13, 2020

Week 9 and 10 of #52WeeksofMisswhadevr | Out of Office.


Late post again, but I'm gonna write something anyway..

Minggu ke sembilan di tahun ini, dipenuhin dengan excitement mau cuti *agak* panjang. Ini emang cuti lebih dari 2 hari kerja sejak tahun 2017 ke UK, walaupun ngga lama. Cuma seminggu aja untuk pergi ke Istanbul.

Berbeda dengan persiapan pergi ke Australia dan UK sebelumnya, perjalan kali ini emang direncanakan untuk jadi perjalanan yang slow pace tanpa plan mau ngapain aja di sana. Jadi kegiatan packing gue ya cuma packing.. ngga sempat browsing atau pre-book apapun. Destinasi Istanbul pun gue pilih hanya karena 2 hal: Ngga pakai ngurus visa dan beruntung dapat tiket murah. Sisanya, gue percayakan pada Google Maps dan kaki gue yang pendek ini.

Sunday, February 23, 2020

Week 7 and 8 of #52WeeksofMisswhadevr | Nulis Diary Aja.


Week 7 - LATE POST.

Ada 2 penyebab di week 6 dan 7 gue sepi nulis blog post. Pertama, mulai males buka laptop pas weekend, dan yang kedua karena gue merasa sudah cukup nyampah di diary alias journal.

Oh ya, di samping itu ngga terlalu banyak hal atau topik pembicaraan yang merangsang daya pikir gue. Atau mungkin otak gue hanya sedang fokus di satu hal (baca: pekerjaan) aja sehingga ngga tertarik untuk mikirin hal-hal lainnya? *sigh*

Saturday, February 15, 2020

Week 6 of #52WeeksofMisswhadevr | Nothing. I mean, nothing.

Post week ke-6 sengaja terlewatkan.
Karena segitu lempengnya.
Dan terlalu malas untuk buka laptop.

Tuesday, February 4, 2020

Contacts.

Love & Hate Relationship gue dengan contact lenses (selanjutnya disebut "contacts" aja biar cepet) dimulai saat 2-3 tahun lalu temen gue ngajak patungan beli clear contacts karena kita punya mata kanan dan kiri yang mines dan silindrisnya beda. Kalau ngga salah kan jadi punya 10-15 pasang gitu ya.. dan tentunya sebagai newbie, habislah itu semua buat belajar pasang.

Emang susah banget sih buat gue yang matanya kecil, hooded, dan bulu matanya jatuh macem gordyn gini. Tapi begitu bisa, rasanya enak banget ngga pake kacamata tapi bisa liat jelas. Berbekal keamatiran gue lagi, setahun kemudian (kira-kira tahun lalu), gue beli lagi untuk gue sendiri. Tetep jarang dipake, tapi beberapa pasang terakhir kayaknya udah mulai biasa. Oh ya, problem gue yang lain adalah mata gue ini tipe mata yang kering, jadi susah nempelnya dan harus sering pakai eyedrops.

Dibanding memasang, gue justru lebih cepat melepas. Kayak ngga pernah ragu untuk cubit, lalu tarik. Tapi gue pernah satu kali kesulitan untuk lepas contacts karena tipsy. Bukan hal yang bisa dibanggakan juga sih, tapi wondering aja, apa ada ya orang selain gue yang menghabiskan waktu 10-15 menit melepas contacts karena tipsy atau drunk? Apa biasanya langsung tidur?

Lalu ada kejadian di Senin minggu lalu yang bikin gue nulis blog post ini.

Week 5 of #52WeeksofMisswhadevr | Jakarta Selatan dan 28º C-nya.

Posting mingguan telat 2 hari gapapa ya, moga-moga belum lupa rasanya minggu lalu, karena gue juga cukup banyak journalling sampai hari Minggu sore.

Minggu kemarin juga lumayan produktif *alhamdulillah*. Gue paksain lawan bengong-bengongnya dan pake mantra, "Pokoknya harus selesai!". Di tengah minggu, gue ovulasi dan rasanya sakit banget. Pelvic bagian kanan kayak ditusuk-tusuk gitu, sakit sampai pinggang, tapi setelah 2-3 jam, ya sudah, selesai aja gitu zzzz. Ini releasing egg loh bukan giving birth ya, kok heboh banget.

Oh ya, masih seputar obrolan yang sama dengan ini, di minggu lalu gue juga dapat kabar kalau kakak iparnya teman SMA gue, juga punya kista dan harus dioperasi. Jadinya selama bulan Januari 2020, gue menerima 5 kabar dan cerita tentang perempuan dan challenge pada area reproduksinya. God bless woman.

Lanjut, ada cerita menarik antara gue dan salah satu Partner di kantor. Entah kenapa, kalau gue menerima lead project dari beliau, pasti aja ada salahnya. Ini mah namanya law of attraction tapi dalam konteks negatif ya? So anyway, duluuuu banget gue terima lead dari beliau dan maju sendiri, ternyata salah content. Calon klien punya ekspektasi X, ternyata dateng-dateng gue bawa Y. Nah minggu lalu pun juga begitu. Cuma bisa dibilang gue udah bisa taking over situation, karena sekarang gue udah lebih jago Integrated Ngemeng System-nya. :P

Thursday, January 30, 2020

Zamannya Wireless.


Waktu gue nulis tentang environmentally aware, gue jelasin pengalaman gue, kalau ikut-ikutan zero waste bikin gue lebih banyak mencuci, jadi malah buang-buang air. Nah, di era yang banyak wireless ini, sebut aja wireless earphone, gue jadi lebih sibuk dengan charging cablenya.

Di tas kerja gue, udah ada macem-macem kabel untuk nge-charge. Belum lagi kalau traveling ya, soalnya kalau ketinggalan, duh, jadi kesel aja bawa barang ngga bisa dipakai karena batrenya abis. Ini masalah kalau setiap barang (antara handphone, ear/headphone, portable modem, smart watch, dan powerbank) semuanya pakai tipe slot charging yang beda-beda. Ih, ngomongnya aja gue udah ribet. Ya pokoknya ada lightning cable, micro USB, USB-C, dan apalah, yang harus dibawa demi barang-barang itu tetep on dan kita ngga mati gaya.