Saturday, June 29, 2019

Suntikan Tapros Season 2, #4.


Tapros sekecil itu tapi lumayan sakit juga pas disuntikin. Dua puluh empat jam setelahnya, biasanya bahu gue pegel-pegel sampai harus dibalut ice pack, terutama pas sebelum tidur.. kalau ngga, ngga merem-merem karena ngga nyaman. Harganya dua juta kembalian dua lembar Rp20.000,- plus koin-koin (mayan bisa buat bayar kalau ke RS-nya pakai bluebird pulang-pergi). Kebanyakan asuransi ngga tanggung Tapros, tapi katanya bisa pakai BPJS asalkan rujukannya bener sejak awal.

Setelah suntikan ketiga Bulan Maret lalu, gue lumayan kewalahan karena efeknya berasa banget ke fisik, antara lain insom+fatigue, rambut rontok, dan kuku jadi butek banget. Antara suntikan ketiga dan keempat ini gue sempat 2x mens. Mens pertama, jedanya cuma 3 minggu teng, jadi kata suster itu bukan mens dan belum perlu suntik lagi (idealnya di atas 24 hari). Trus gue sempat ngga mens 50 harian sampai puasa kemarin hampir full. Eh ngga taunya dapet dan hari ke-4 (dimana harus suntik) jatuh pas lebaran. Jadi ngga bisa bikin appointment ke dokter deh.

Bulan Juni belum selesai, eh gue udah mens lagi tanggal 25 kemarin. Super banget deh ini egg releasenya. Ya udah akhirnya gue ke dokter kemarin, laporan kalau gue sempat mens 2x dan suntik Tapros untuk ke-4 kalinya. Gue sempat consult juga sama dokter tentang berat badan gue yang sempat meroket jadi 47 kg padahal gue udah olah raga. Nafsu makannya itu loh ngga bisa ditahan dan gue jadi seneng banget sama snack manis. Tapi karena kemarin beratnya udah turun lagi ke 45 kg, dokter ngga rekomendasiin diet, cuma kasih usul aja kalau craving mendingan makan apel atau pisang.


Dulu pernah ada yang message gue, nanya berapa total biaya laparoscopy hingga setelah pengobatan. Biaya laparoscopy mungkin variatif karena tergantung RS-nya, tapi di Bulan November 2018 biaya gue Rp60 juta-an. Untuk laparoscopy ataupun surgery terkait cyst-removal mungkin masih banyak asuransi yang mau nanggung ya (terutama asuransi corporate), tapi kalau Tapros ini memang butuh persiapan tabungan untuk jaga-jaga.

Dari pengalaman gue, Tapros ngga bisa cuma sekali. Dulu 6x dan sekarang bisa 5-6x lagi. Biaya suntik Tapros pasti include biaya consult ke dokter. Anggaplah akumulasinya Rp2.500.000,- sekali suntik. Kalau jarak antar suntik dipukul rata 2 bulan sekali, artinya setiap bulan kita harus sisihin Rp1.250.000,-. Itungan ini bisa beda kalau tujuannya berbeda, misalnya Tapros sebelum operasi (untuk surpress pertumbuhan cystnya) atau sebelum pregnancy program (ini gue denger-denger butuh Tapros dulu 1-2x untuk ngejadwalin purberty cyclenya - IDK.

Selain itu, biaya lainnya yang menyertai proses kontrol pasien-pasien endometriosis juga banyak. Sebut lah USG yang sekali print bisa Rp100.000,- s/d Rp200.000,- Kalau lagi hamil kan enak ya, bawa pulang foto bayinya, lah ini, foto kista yang diinget-inget aja males, tapi dibutuhin untuk nge-trace perkembangannya. Selain itu gue juga pernah kena biaya cek darah CA oleh salah satu dokter. Setelah terkonfirmasi ada kista lewat USG, dokter itu ngecheck CA gue untuk tau apakah ada keganasan atau ngga. Seinget gue itu Rp1,7 juta gitu.

Di sela-sela insom gue, gue sempet video call-an sama temen yang lagi kanget mantan istrinya *duile* dan kita catch up karena udah lama ngga cerita. Dia sempet nanyain kondisi gue pasca operasi dan sampailah curhatan kecil gue soal biaya-biaya ini. Trus dia nanya dengan nada sedikit serius, "Lo ngelakuin kayak gini untuk diri lo sendiri atau untuk menghindari kekecewaan calon suami lo setelah kalian nikah?" Ngerti kan maksudnya?

Malam itu jawaban gue ngelantur, tapi gue sangat sadar endometriosis ini adalah penyakit yang menyerang kualitas hidup. Gue fight untuk diri gue saat ini, tapi ngga bisa dipungkirin ada juga tujuan-tujuan tersembunyi yang sangat future-oriented. Yang jelas, kalau uang disebut sebagai salah satu sumber kebahagiaan dalam hidup, buat orang-orang seperti gue yang menginginkan kualitas hidup lebih baik, uang akhirnya jadi hal yang nomor dua.

Setiap kali gue harus gesek credit card untuk talangin bayar Tapros ini, gue ngomong dalam hati: "Uang bisa dicari kok!"


2 comments:

  1. Haai kaa. Aku mau tanya boleh. Kebetulan aku baru aja laparotomi akhir agustus kemaren. Dan setelah itu aku disaranin tapros 4x untuk meminimalisir pertumbuhan endometriosis nya. Kaka dari pasca operasi berapa kali suntik tapros dan sempet dijelasin ga sama dokternya suntik tapros ini bisa nahan endo sampe berapa lama? Dan sampe sekarang rasanya kalo lg haid gmn ka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mbak Suri, maaf baru balas karena baru buka blog. Saya suntik Tapros 6x setelah operasi pertama, dan 5x setelah operasi kedua. Dokter ngga menjelaskan Tapros bisa menghambat pertumbuhkan endo berapa lama, tapi kalau dari pengalaman saya, bersihnya hampir 4 tahun dan jarak antara 2 operasi sekitar 5.5 tahun.
      Setelah operasi dan Tapros, kalau mens relatif ngga sakit walaupun ada juga masa-masanya sakiiiit banget. Contohnya mens terakhir ini, lumayan sakit padahal udah 4x Tapros sebelumnya (dan insya Allah masih dalam kondisi bersih ya). Cuma saat itu memang lagi pusing kerjaan sih.. jadi bisa aja ada faktor stress yang berkontribusi di sakit mensnya. :)
      Mbak Suri bisa cari pengobatan yang sesuai, karena berdasarkan pengalaman saya, Tapros punya efek yang cukup merepotkan sehari-hari (seperti cepet mual, cepet pusing, lebih banyak rontok). Jadi komunikasi aja sama dokternya kalau ada side effect yang mengganggu.
      Semoga sehat selalu ya Mbak Suri! :D

      Delete