Atmosfear at FX.

Thursday, August 28, 2008

Alert: Bahasa Indonesia posting! (I don't owe you this alert, but since I used English frequently, it would be rude not to)

Sodaraku, Sasha, bilang kalau blog gua lebih okeh yang dulu, waktu gua masih sering nulis pakai bahasa Indonesia. So, mari kita mencoba lagi dengan bahasa Indonesia.

Hari ini gua dan temen-temen kampus (ber-10) pergi ke FX. Baru nyampe, rame-rame udah pada geli ngeliatin pelorotannya. Perosotannya itu loh, si Atmosfear where we can slide from level 7 *syuuuuungg* to level 1.

Okay, so the problem was.. untuk naik Atmosfear itu, kita harus tuker bill belanjaan kita, minimum purchase of Rp 100,000 for each person/slide. Kita ber-10, at least, harus punya Rp 1,000,000 untuk bisa naik perosotan itu. Tapi salah satu temen gua masih mengalami masalah dengan toenail-nya, jadi participantsnya cuma 9. Toenail-nya abis dioperasi dan masih diperban *bagi gua perbannya tampak kayak Smurf - happy 50th anniversary to Smurf, anyway* jadi dia ngga bisa ikutan main persorotan (takutnya pas landing dan terguling-guling toenail-nya ketindih atau gimana.. atau yang paling serem jika toenail-nya ikutan teriak xD).

Nah, bagi kami-kami ini, Rp 100,000 per orang itu lumayan berat. Dengan muka pengen a la mahasiswi Grogol, kita cuma bisa ngeliatin orang sliding, and laughing at them ketika kita denger jeritan mereka. Tapi, kita dilahirkan untuk ngga pernah menyerah.

In short, kita ngumpulin bill orang-orang yang tertinggal di meja di food court dan cashier *knick-knock!*. Dari situ dapet lumayan banyak nominalnya. Lama-lama, karena terdesak waktu, kita pun openly mintain bill orang-orang (gua ngga ikutan heheh..), termasuk orang bule yang dari tadi udah curigation ngeliat 10 orang cewe lagi ngitungin nominal bill. So, dalam waktu kurang jadi 1 jam, kita udah dapet bill senominal Rp 940,000-ish dan ditukerin sama 9 coupons Atmosfear.

Sliding lah kita ber-9.. And we were the sexy bastards!

And if you were there, lo pasti tau kenapa saat ini gua mual-mual dan ef-in' headache. Bukan karena slidingnya, tapi karena gua capek ngetawain temen-temen gua sendiri, rasanya sampai makanan gua yang di lambung, naik semua ke kelopak mata. Gua GELI BANGET denger mereka TERIAK secara solo (biasanya kita teriak kan koor atau lip-synch)! Ada yang non-stop teriak selama 12 detik sliding, dan ada yang teriaknya kayak kaset rusak. OMG it WAS TOO FUNNY! Sucha fresh joke in the middle of this unidentified long holiday boredom.

So, punya atau ngga punya duhite/bill senilai Rp 100,000 buat sliding, satu hal yang terpenting adalah jangan pernah sliding sendirian. Lo akan merasa seperti stoopit bastard bersolo karir dalam tabung roller coaster silinder itu. Trus, jadilah orang yang sliding pertama kali, sesudahnya kita tinggal ketawa-ketawa di bawah sambil guling-guling di matrasnya kayak risol ngedengerin teriakan temen-temen kita. That's what I call "Entertainment". Okay, basically, Atmosfear's long name is: Atmosfear that Kyaaaaaaa-Gyahahahah-Uhuk-uhuk.

Anyway, lemme say thanks (a lot!) to people who gave (or left!) their bills for us, you really made our day!

[Click] for Tari's version.

*Pegang kepala, pegang pundak, sambil mikir: ini kok jadi bahasa planet gini?*

2 comments:

  1. whahaha....stupid story, but i love it..

    ReplyDelete
  2. Love it too, Tar!
    Rasanya campur aduk antara seru dan bodoh xD

    ReplyDelete

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)