#youtubemademebuyit.

Saturday, March 25, 2017


Lucu banget nih. Selama earth hour barusan gue browsing #youtubemademebuyit dan liatin search resultnya yang ternyata didominasi oleh....... per-makeup-an! Gue rasa hashtagnya juga muncul karena banyak korban beauty reviews di YouTube.

Gue ngerti banget penderitaan perempuan yang "kabita" abis lihat review atau lihat produk yang digunakan sama beauty vlogger. Rasanya itu campuran kepengen, penasaran, dan gue-juga-harus-punya, tapi bokek. Abis selesai nonton videonya, biasanya kita langsung browsing-browsing untuk cari second opinion (atau sekedar nutupin penasaran) atau saling racun-racunan sama temen-temen lain.  Proses ini bisa berlangsung sebentar atau lama, kadang kita bolak-balik dulu ke outlet untuk ngeceng-ngecengin produknya. Pokoknya ujung-ujungnya.. BELANJA!


Kalau gue lihat dari isi meja rias gue, bisa dibilang isinya hampir 100% bukan produk yang sering gue saksikan di YouTube. Jadi ngga selalu #youtubemademebuyit lah ya. Yaeyalah, gue nontonnya Sinead - The Makeup Chair, Chloe Morello, Sona Gasparian, Tina Young, dkk, yang seringnya pakai produk high end yang ngga dijual di sini. Eh tapi, gue ini sering juga terinspirasi (baca: keracunan) mengenai fungsi sebuah produk, kayak "Oh.. mungkin biar ngga cepet berminyak harus pakai foundation primer!", atau "Undertone kulit gue ini ternyata cool ya, warna foundation gue salah dong selama ini!". Ujung-ujungnya sih sama.. BELANJA JUGA!

Yang bikin gue kasian sama diri gue adalah kenyataan kalau gue ini ternyata gampang juga diperbudak sama marketing. Kenapa sunblock badan dan wajah harus beda? Kenapa foundation primer sama eyeshadow primer pun harus beda? Kenapa abis pakai foundation harus disetting juga dengan bedak? Kalau nge-Googling jawabannya, pasti ketemu berbagai alasan, mulai dari yang ilmiah sampai yang poop-sapi-jantan. Tapi kalau sekarang aja udah bisa dijelaskan kenapa moisturiser untuk T-Zone dan pipi bisa berbeda, gue ngga kebayang 10 tahun lagi mungkin ada artikel kenapa sabun cuci wajah bagian kiri dan sabun cuci wajah bagian kanan harus beda.

Gimana kalau semuanya ini emang cuma marketing ya? Nyokap bertahan lama dengan V*va Skin Food untuk wajah dan seluruh badan, dan hasilnya awet muda sampai sekarang. Sementara gue yang sok-sok-an pakai skincare high end jerawatan ya jerawatan aja. Bedak merk M*rcks pun terbukti bagus kualitasnya udah berapa turunan, kenapa sekarang bedak untuk oily dan dry skin harus beda ya?

Uniknya, sekarang justru malah banyak produk yang dijadiin all-in-one. Contohnya cushion foundation yang udah digabung dengan skincare dan liptint yang bisa pakai lip and cheek. Cuma harganya ngga jadi setengah atau seperempatnya juga.

Well.. Belanja dan memiliki banyak kosmetik memang memuaskan dan menyenangkan sampai akhirnya kita ambil kalkulator dan...... (siapa yang berani hitung? Gue sih ngga pengen tau betapa borosnya gue). Nah tapi karena belanja itu menyenangkan, maka gue sekarang harus balik ke M*mo untuk pencet tombol PEMBAYARAN. :)))

 

1 comment:

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)