Slip of Tongue = Dyslekxia?

Sunday, April 27, 2008

Gua sering dikatain dyslexia karena ngga bisa ngucap kata "trotoar" dan memang ngga tau susunan kata yang sebenarnya. Yang ada di bayangan gua dan ujung lidah gua, benda tersebut bertuliskan "trotroar" dengan pengucapan "trotroar". Benda bernama "rollerblade", kalo gua ngga hati-hati gua bisa menyebutnya "lollerblade"; "karpet", bisa gua sebut "kapret"; begitu juga dengan "trompet" yang suka jadi "tompret". Juga ngucapin "ular melingkar di pagar muter-muter warna merah", gua bisa nuker huruf R sama L dengan lancar pada kalimat tersebut. Hal tersebut disebabkan oleh apa gua juga ngga tau. Tapi gua akui, kadang-kadang apa yang ada di pikiran gua jauh lebih cepet dari apa yang mau gua ucapin. Makanya kadang kalau gua ngomong, kata-katanya suka ngga berstruktur SPOK.

Di sisi lain, gua juga belum lancar berhitung 1-100. Kadang udah 69, balik lagi ke 50. Yang kacau kalo ngitungnya gini: "tu-wa-ga-pat-ma-nam-juh-pan-lan-luh-las-sebelas-duabelas". Shit. Kalau di kalkulator tulisannya 7,539,689, yang gua salin ke kertas jawaban 7,539,869. Mata gua ngerekam susunan angka yang bener, tapi hati gua yang nyebutnya kebalik.

Waktu SMA, gua pernah dapet giliran baca UUD 1945 pas upacara. Dan itu jadi pembacaan UUD paling lama sepanjang sejarah. Karena gua musti bacanya pelan-pelan, atau ngga bakal banyak kalimat yang kelewat atau huruf yang keputer-puter. Yang gawat adalah slip of tongue kalo lagi presentasi. Untung gua pandai nyengir innocent.

Ada yang bilang gua dyslexia. Tapi kok setelah liat di wikipedia, artinya kayak gini sih? Kebanyakan seremnya, tapi symptomsnya bener sih.

Harus diobati.. huhuhu..

0 comments:

Post a Comment

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)