#EndoMarch2014

Sunday, February 23, 2014

"Endometriosis is a female health disorder that occurs when cells from the lining of the womb (uterus) grow in other areas of the body. This can lead to pain, irregular bleeding, and problems getting pregnant (infertility)." - Google.com

Rasanya berat untuk terbuka pada semua orang bahwa saya mengidap endometriosis. Di waktu pertama saya mengetahui hal ini tahun 2012, nangis pun ngga sanggup. Pacar saya saat itu, langsung mencium saya dan menenangkan saya, namun hal itu sama sekali ngga membantu. Why me?, I kept asking myself. Setelah saya selesai operasi small lumps di dada saya.. kenapa harus ada lagi benda asing di dalam tubuh saya yang menganggu?

Saya merahasiakan hal tersebut dari orang tua dan orang di sekitar saya sampai bulan ini. Ada perasaan malu, ada perasaan tidak mau membuat orang lain khawatir, dan ada perasaan lemah. Above of all, saya merasa jijik dengan tubuh saya sendiri. Setiap hari selama bertahun-tahun, saya hampir selalu dalam kondisi period; perut selalu cramps, disusul bloating and flare, dan sensitif berlebihan seperti pas PMS and I thought.. It's okay, sebentar lagi juga hilang. Lalu diam-diam, saya akan menegak Panadol atau Ponstan dan kembali ke kerumunan orang-orang seperti ngga ada apa-apa.

Tapi mulai awal tahun ini, semua lebih berantakan lagi. Sakit perut saat period yang udah lama hilang sejak saya rajin berolah raga, muncul kembali dan sempat membuat saya tumbang di hari pertama dan kedua period. Bulan Januari lalu, saya period dua kali dan sempat terkena Esterogen Storm -  hingga bulan ini, cycle saya menjadi 19 hari dari sebelumnya 29 hari. Saya mulai khawatir karena keadaan semakin intolerable. Akhirnya minggu ini saya kembali ke ObGyn, dan mendapatkan kabar, "It's getting worse."

Fine.


I'm tired of you breaking me down and I refuse to let you anymore.


Saya memberanikan diri untuk operasi mengangkat endometriosis tersebut dalam waktu dekat. Meskipun risikonya saya harus meminta kemakluman dari employer saya. Meskipun saya harus terbaring dan kembali melalui masa recovery yang ngga sebentar. Meskipun rencana untuk join Rinjani Altitude Run langsung bubar mengingat waktu latihan akan termakan oleh waktu istirahat dan recovery.

Tiga minggu yang lalu, saya mengetahui bahwa bulan Maret adalah bulan Endometriosis Awareness, and I want to take a part in it. Saya mengundurkan diri dari Breast Cancer Campaign (dimana giliran saya juga belum mulai *hiks*) dan mengusulkan untuk memulai campaign Endometriosis Awareness tepat bulan depan. Programnya belum di-approve sih.. :D

Setelah saya banyak berdialog dengan pengidap endometriosis di Amerika, saya merasa beruntung bahwa rasa sakit yang saya alami tidak separah mereka. Entah karena toleransi saya terhadap rasa sakit yang terlalu besar, atau memang mereka sudah pada stadium lanjut. Saya masih membangun knowledge mengenai penyakit ini, karena di Indonesia belum tumbuh awareness-nya. Yang jelas, living with an invisible disease is never easy - especially one that most people even doctors don't even know about. Sampai saat ini, penyebab endometriosis belum diketahui - and there's no cure!

So this is my normal. Saya memerangi hormonal imbalance dan berusaha untuk tidak mood swings seperti (seseorang yang dijuluki) "that-crazy-bitch". Saya memerangi rasa sakit setiap hari sampai saya geram jika ada orang tidak masuk kerja karena pusing. Saya memerangi perasaan khawatir dan insecure namun tetap berusaha "baik-baik saja". No, I'm not fine.

Whoever you are, wherever you are, please support all the women you know who suffer from this chronic disease by wearing a yellow shirt / T-shirt on March 1st and 13th. March is Endometriosis Awareness Month. If you are a Warrior, we're gonna fight together for ourselves and our 176 millions sisters! :)

♥, Me.

2 comments:

  1. Mayaaaa :( :(
    Keep strong and never give up Maayy... *hug hug*. May add2 whatsapp dong, nmr gw +61431219666. We need to chat!

    ReplyDelete
  2. I will diiit! Thank you supportnya. Besok pagi hue ping di whatsapp yaa..

    ReplyDelete

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)