Shopping experience at Luxola.com and some tips.

Saturday, August 23, 2014


Kalau lagi buka situs news online milk Indonesia, saya sering liat iklan Luxola ini. Biasanya iklannya dalam bentuk GIF - jadi satu kolom iklan bergantian antara foto produk make up-nya yang menggiurkan, dengan tulisan diskon sekian persen, disusul tulisan "Register Now!" (atau kurang lebih begitu deh, pokoknya minta di-klik banget!). Setelah ngumpulin info dari beberapa beauty blogger yang bilang kalau shopping experience di Luxola itu cihuy, akhirnya saya pengen coba belanja online di sana.

It was my first experience. Sebelumnya saya ngga kepikiran untuk belanja kosmetik secara online. Pengalaman online shopping saya cuma tiket pesawat, tiket konser, hotel, dan sport apparels dari US. Tapi karena udah hidup di era yang begini, harus coba dong supaya ngga ketinggalan zaman.

Suatu hari, saya belanja deh di Luxola.com. Pertama kali beli Egyptian Magic Cream travel size, karena punya saya yang dikasih temen udah mau abis. Klik - transfer - nunggu. Nunggunya itu loh sampe 2 minggu barangnya ngga nyampe-nyampe :)) Setiap cek ke website jasa pengirimannya (they're using Aramex), statusnya teh itu-ituuu mulu. Kemudian saya follow up karena merasa ada yang ganjil. Akhirnya barang tersebut saya terima dalam waktu 19 hari.

Kapok? Ngga. Masih penasaran.

Pas ada program diskon (sebenernya sering diskon juga sih dia), saya dan Nadya belanja lagi di sana, pakai satu account yaitu punya saya. Total belanja Rp 800.000,-an lalu diskon 35% jadi Rp 600.000,-an. Pas check out, eh invoicenya Rp 800.000,-! Saya langsung konfirmasi ke officenya via e-mail, dan dikoreksi dalam waktu 1-2 jam dengan potongan harga yang seharusnya. Klik - transfer - nunggu - barang dateng ngga begitu lama (around 10 days).

Belanja lagi? Ya dong. Ini karena ada produk baru yang saya nanti-nantikan dan belum ada di Indonesia. Produknya apa, ngga usah tau ya.. :D

Klik - transfer - nunggu.
Nunggu - follow up - nunggu - follow up..
Sekali-sekali saya check ke shipment servicenya yang statusnya ngga pernah berubah.
Nunggu - follow up - nunggu - follow up..
Akhirnya barang dateng juga di rumah.

....... Setelah 21 hari :))))

Beberapa hari setelahnya, Nadya bilang ke saya kalau dia abis belanja juga di sana sekitar 2-3 minggu sebelumnya, dan barang belum sampai. Sayangnya dia belum pernah follow up. Nah, hari ini baru aja iseng-iseng saya browsing account Instagramnya, ternyata ada yang complaint permasalahan sejenis di comment salah satu fotonya :(

So, bagaimana kesimpulannya? You decide, apakah waktu menunggu sekitar 3 minggu dengan segala effort untuk follow up itu worth it dan masuk ke dalam "zona toleransi" kalian?

Personally, zona toleransi saya cukup besar (tolong tanya ke mantan pacar saya yang janjian jemput di PIM jam 8 malam tapi baru dateng jam 11 lewat setelah PIM berberes -- dan saya ngga marah). Selama masa nunggu barang itu, saya komunikasi dengan tim-nya dan surprisingly, mereka cukup kooperatif untuk kerja sama. Saya dikasih update tentang perjalanan barangnya, dikasih point tambahan, dan terakhir sampai dikasih voucher sebagai permohonan maaf. Jadi saya ngga marah-marah atau ngomel-ngomel, karena saya lihat itikad baik dari mereka untuk tetep komunikasi sama customernya. So the postive side is that there's a team who take some responsibility and side with the buyer.

Ada 2 tips yang harus kita perhatikan saat belanja online. Kalau suruh hati-hati de-el-el itu urusannya kompasdotcom untuk ngingetin ya, kalau saya ingin mengingatkan bahwa kita sebagai buyer, harus memahami diri kita sendiri. I mean the web is such a risky place karena kita menaruh kepercayaan ke pihak yang ngga kita kenal. Kita cuma beli, bayar, dan proses selanjutnya adalah kerjaan mereka yang di sana bisa terjadi ribuan kesalahan yang tidak selalu bisa kita pahami. Jika terjadi masalah, apakah kita siap menerima risikonya? Apakah kita cukup sabar sehingga ngga membuat diri kita makin pusing sama "urusan hidup"? 

Secondly, (agak OOT tapi penting) online shopping can be handy but there's a lot of possibility that we might get conned or have our personal information stollen e.g: credit card information. Jadi saran saya, lebih baik transfer via bank daripada menggunakan credit card. Jika ingin menggunakan credit card, pastikan online shoppingnya sudah memiliki sertifikasi PCI DSS (Payment Card Industry Data Security System) or use it on https servers with verified SSL certificates! And, shut your computer down after making a purchase! BTW sertifikasi PCI DSS ini susah loh, perusahaan saya juga lagi ambil sertifikasi PCI DSS supaya kita nanti bisa transaksi pakai credit card dan susssaaah banget, requirementnya banyak (saya almost khatam karena saya PIC-nya)! #curcolitupenting.

So, back to my shopping experice at Luxola, saya recommend online store ini karena pilihan produknya banyak dan timnya koperatif. Tapi buat yang punya urgency, apalagi kalo orangnya ngga sabaran, mending kita ke mall yuk, yuk, yuk!

♥, Me.

0 comments:

Post a Comment

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)