My current skincare routine & product review.

Saturday, July 30, 2016

Sebenarnya setelah 1 Juli kemarin gue nulis tentang skincare routine [link], gue ngga berniat menepati janji gue untuk memberikan review skincare product yang lagi gue pakai HAHA! Tiba-tiba Nadya ngirimin gue Garnier Skin Active Micellar Cleansing Water karena gue menolak rekomendasi Bioderma dari dia - dan ini adalah dupe-nya Bioderma Sensibio H2O. Begitu gue coba pertama kalinya, gue langsung ngerasa "tuntas" dan bersih. Trus gue mikir, "Nah, barang ginian nih yang perlu gue rekomendasiin ke orang-orang!" (disusul gigit jari teringat janji gue untuk mereview skincare product).

Dua-tiga bulan belakangan ini gue juga lagi sering ngobrolin skincare sama teman-teman gue. Beberapa teman mengira gue menjalani perawatan dokter karena bekas jerawat gue cenderung cepat pulih. Sesungguhnya, itu adalah hasil karya Egyptian Magic Cream dan kebiasaan gue untuk double cleansing. Beberapa produk di bawah ini juga turut memberikan banyak andil, but no, dalam 6 tahun terakhir gue ngga menjalani perawatan dokter. :)

So.. Berikut adalah review skincare products and techniques that work for me. Gue sertakan lama pemakaian yang gue jalani supaya bisa dijustifikasi apakah hasilnya representatif atau tidak.

CLEANSING

Gue selalu mengusahakan tripple cleansing. Gue awali dengan eye & lips makeup romever, cleansing milk, rose water, lalu cleansing toner. Kebetulan kulit gue ngga mudah ngadat dengan berbagai cleansing milk dan rose water, jadi gue bisa pakai merk apa aja. Palingan tingkat kenyamanannya yang berbeda-beda. Misalnya, cleansing milk Viva agak perih saat dipakai, sementara rosewaternya Pond's cenderung meninggalkan moist berlebihan sehingga kesannya ngga bersih karena lengket.

Kalau pada hari itu makeup gue tidak heavy, misalnya gue hanya pakai moisturiser, gue ngga akan pakai cleansing milk. Overkill banget ngga sih pakai cleansing milk saat ngga bedakan? Jadi gue biasanya langsung bersihin pakai cleansing toner dan diakhiri facial wash.

Garnier Micellar Cleansing Water
Lama Pemakaian: Baru 2 hari :D

Garnier Skin Active Micellar Cleansing Water ini bener-bener ngga meninggalkan sensasi apapun di wajah selain tuntas dan bersih. Pertama kali pakai, gue langsung bilang ke Nadz kalau gue jadi ngerasa ngga perlu lagi cuci muka pakai foam. Gue ngga tau ya gimana rasanya pakai Bioderma Sensibio H2O, jadi gue ngga bisa bandingin. Tapi gue bisa bandingin dengan eyes & lips makeup remover karena varian Garnier Micellar ini bisa menghapus waterproof: This one is definitely a BOMB! Punya kemampuan menghapus waterproof tapi ngga oily! But to sum up my experience, this is the best makeup cleanser I've used: very gentle and pleasant to use.

Setelah itu biasanya gue makan malam atau main dulu. Sebelum tidur gue mandi dan baru cuci muka pakai facial foam. Awalnya gue cocok pakai segala merk, sampai akhirnya gue menyadari bahwa sensasi kulit wajah "ketarik" itu ternyata bukan pertanda bersih, tapi pertanda kulit dehidrasi dan/atau kering alias ngga cocok. Tiga bulan lalu, gue bertemu dengan Kiehl's yang ukurannya gadang ini.

Kiehl's Ultra Facial Cleanser
Lama Pemakaian: Masuk 3 bulan

Sebelum beli Kiehl's Ultra Facial Cleanser ini, gue terus-menerus minta sample sama Kiehl's sampai hampir 2 bulan. Setelah gue yakin sama benefitnya, gue baru beli produk besarnya. Bukan masalah harga, tapi gue harus yakin manfaatnya akan long-term karena sizenya besar sementara pemakaiannya hanya sebesar biji jagung untuk satu wajah.

Setiap malam gue cuci muka menggunakan brush. Brush dan foamnya "temenan" banget, bikin wajah makin bersih. Facial foam ini ngga bikin kulit wajah "ketarik", walaupun ngga OK buat orang yang senang dengan sensasi kesat. Selama pemakaian sample, kulit wajah gue terasa soft dan "less grey" immediately - after a month or so, it looks smoother and clearer.

I was very surprised, karena gue kira produk sekelas Kiehl's would be useless but it's turned out to be really good and gentle. Setelah hampir 3 bulan ini, pori-pori hidung gue mengecil. Sekarang gue jadi jarang banget dapetin komedo dan "beras" kalau iseng mencetin hidung. Memang, ada harga ada kualitas.

MOISTURISING

Setelah bersih, gue baru mulai moisturising. Dari remaja sampai sekarang, gue benci banget sama moisturiser karena lengket. Bisa dibilang gue sampai sekarang ngga pernah pakai moisturiser.

Solusi gue adalah all-purpose balm Egyptian Magic Cream (EMC). Orang sekitar gue udah pada eneg kalau gue rekomendasiin EMC karena teksturnya aneh dan harganya memang ngga murah. Tapi bagi gue, EMC belongs in every budget-conscious beauty's life, because this single pot performs so many different tasks: daily face and body moisturiser, lip balm, eye cream - smoothing cuticles to repairing cracked heels.

Egyptian Magic Cream
Lama Pemakaian: Memasuki Tahun Keempat

Despite the smell have used it since I was 26 it really is a great "everything balm" although some people says it's quite greasy. Gue biasa pakai di pagi hari dalam kondisi wajah damp, diusap di tangan sampai berminyak, trus pijit lembut ke wajah dan leher. Setelah itu gue keringin rambut dan sarapan dulu baru gue timpa CC Cream ber-SPF dan mulai dandan.

Gue pernah satu-dua hari berturut-turut ngga pakai EMC. Menjelang sore biasanya kulit gue mulai kering karena AC kantor. Tapi kalau pakai EMC, kelembaban kulit gue bisa terjaga sampai setelah Maghrib (tiga kali basuh wajah/wudhu). Penggunaan untuk tangan dan kaki juga lumayan nyaman, karena ngga transfer ke kain baju/celana atau meja saat kerja!

NIGHT OIL

Night oil merupakan hal yang baru buat gue. Biasanya sebelum tidur gue pakai EMC kalau lagi pengen. Ngga jelas tujuannya apa, karena EMC sebagai night cream ngga terlalu banyak memberikan efek buat gue.

Akhirnya, gue bertemu dengan Si Biru Mungil ini di Kiehl's. Midnight Recovery Concentrate (MRC) ini udah banyak jadi perbincangan dan 80% ke atas reviewnya bilang bagus. Tapi terus terang gue ngga tau harus expect apa ketika beli. Setelah sukses dengan 2 samplenya, yang menggerakkan gue untuk beli hanya baru 1 hal: Gue nyaman dengan kulit gue ketika bangun pagi.

Kiehl's Ultra Facial Cleanser
Lama Pemakaian: Baru 2.5 bulan

Apakah MRC memberikan efek yang WOW buat gue? Hmm.. Gue ngga yakin 2.5 bulan udah cukup untuk memberikan review, tapi gue yakin ada kontribusi MRC ini terhadap mengecilnya pori-pori wajah gue.

Facial oil memang expensive karena there's no water to bulk the product up. Lebih pure, dan umumnya certified organic. Mostly facial oil memang fokus untuk membuat tired skin feels young and stretchy again. Dan gue merasakan manfaat itu.

Kalau baca review bahwa MRC bikin kulit kita kayak pantat bayi pas bangun tidur, gue bisa menconfirm hal tersebut 100% BENAR meskipun gue ngga tau gimana kulit pantat bayi. Setelah gue cuci muka pagi-pagi pakai Kiehl's Ultra Facial Cleanser, kelembabannya pun masih ter-maintain dengan baik. Apakah ada rencana untuk beli "adek"-nya, Si Kuning Daily Reviving Concentrate (DRC)? Gue sudah coba samplenya, unfortunately benefitnya ngga langsung terasa BOMB kayak kakaknya. Kalau gue penasaran, gue akan balik lagi untuk minta sample, tapi ngga dalam waktu dekat.

REFRESHMENT FACIAL SPRAY

Gue menjuluki ini komplotan refreshment spray karena ngga pernah tau fungsi dan benefitnya apa bagi kulit selain bikin gue seger kalau lagi capek. Spray yang gue pakai udah macem-macem, dan so far ngga menimbulkan masalah aneh walaupun benefitnya minim.

Mario Badescu Facial Spray with Aloe, Herbs, and Rosewater
Lama Pemakaian: Lebih dari 2 Tahun (sepertinya di atas botol keempat atau lima dan lagi males untuk beli lagi)

Di antara Evian, Avene, beberapa merk lainnya, yang paling gue suka adalah dari Mario Badescu ini! Spraynya controllable dan selalu keluar dalam amount yang pas - ngga bikin wajah banjir atau bedak meleleh (ew!). Wanginya juga enak dan hasilnya bisa gue rasain dengan instan: kulit gue seketika jadi moist tanpa ada rasa lengket.

Kalau gue mau pakai foundation, biasanya setelah cuci muka gue pakai facial spray ini baru EMC sebagai makeup primer *tetep!*. Facial spray ini lebih menjaga foundation supaya ngga crack. Tapi buat yang tidak suka dengan penampilan dewy, sebaiknya tidak menggunakan ini sih, karena dia menghasilkan membuat kulit glowing. I do recommend this product daripada beli facial spray yang lain, tapi online shop resmi udah ngga menjual Mario Badescu dan gue belum bisa percaya sama online shop Instagram.

Sepertinya bakalan keren kalau 5 tahun lagi gue look back ke blog post ini dan melihat seimprove apa skincare game gue. Gue masih ingat pas SMA gue hitam berminyak karena ekskul Paskib. Dan jijaynya yang paling hitam dan paling berminyak adalah hidung gue!

Mari kita sayangi kulit!

0 comments:

Post a Comment

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)