Empties: Fresh Nude Cushion Foundation.

Sunday, March 5, 2017

Sejak lama banyak banget temen-temen yang ngerekomendasiin berbagai cushion BB atau foundation supaya gue yang doyan pakai loose powder ini jadi kekinian (kadang gue emang terlalu bangga dengan kejadulan gue sih). Gue sendiri ngga tertarik menggunakan cushion sampai akhirnya suatu hari gue jerawatan (ehm, sampai sekarang) dan membutuhkan coverage yang lebih tinggi dari loose powder, tapi keukeuh ngga mau pakai foundation or compact powder on daily basis.


The Body Shop Fresh Nude Cushion Foundation adalah cushion pertama gue. Maap lahir batin, tapi karena khawatir sama shade, gue masih belum mau beli produk Korea - termasuk L*neige yang dalam urusan cushion katanya paling jago. Hingga hari ini pemakaiannya udah berlangsung 6-7 minggu dan cushionnya udah berasa kering. Berarti udah waktu yang tepat untuk mereview seluruh experience penggunaan suatu produk karena sudah (hampir) habis.
Sebelumnya, untuk review mengenai TBS Fresh Nude Cushion Foundation ini bisa dilihat pada blog Kakak-Kakak ini:
Cheryl Raisa [link]
Jean Milka [link]
YouTube: Trishh Youngg [link]
*Advertising*: Salah satu temen rese yang persisten nyuruh gue nyobain cushion BB/foundation [link]


Setelah mau habis 1 pack, gue bisa bilang gue suka dengan segala-galanya dari cushion ini. Lemme tell you, gue ngga gampang move on dari ritual gue untuk pakai Egyptian Magic Cream (EMC) dan loose powder atau EMC + CC Cream Olay, karena gue ngga bisa nemuin produk lain yang punya efek sama saat dikombinasikan dengan EMC. Kebanyakan produk lain nongolin white heads di hidung dan bawah bibir, beberapa lainnya bikin berasa tebel, dan beberapa lainnya terasa ngga menyatu dengan EMC sebagai primer. Gue ngga masalah dengan oily face karena blotting paper diciptakan untuk menghandle problem tersebut.

Cushion from TBS ini works well dengan EMC atau Argan Oil. Wanginya aneh tapi acceptable. Dan yang paling penting, walaupun agak luntur saat berwudhu, foundationnya ngga melting jadi ngga bikin bocel-bocel.

Banyak yang bilang cushion TBS ini punya style yang beda dari cushion lain, karena ada sejenis mesh di atas cushionnya. Gue belum pernah pakai cushion lain, tapi dari penglihatan mata dan sentuhan, jelas berbeda dari cushion yang pernah gue colek-colek di counter kosmetik lain. Cushion kosmetik lain lebih mirip seperti colekan air buat itung duit di meja kasir.

Ternyata, saat udah mau habis gini produknya banyak mengendap di sekeliling cushion, jadi masih berasa basah pinggirannya walaupun tengahnya udah ngga transfer saat ditekan dengan puff dan jari. Anyeh.

Berbekal tulisan di blog Temen Rese juga, gue berinisiatif untuk membalik cushion gue. Sekaligus pengen tau bentuknya cushion TBS sebenarnya kayak gimana. Meskipun belum ada refillnya, wadahnya tetep retractable - dan ternyata ring pinggiran wadah juga bisa dicopot untuk mempermudah kita ngebalik cushion.


Ini isinya masih banyak, tapi somehow ngga bisa menyerap dan transfer saat di-press *teridentifikasi pemborosan* Memang menurut tips dari Temen Rese itu baiknya cushion dibolak-balik sih kalau udah mau abis, tapi lumayan messy ya bolak-balik cushion. Di samping itu, dengan tekstur cushionnya TBS ini gue rada ragu produk akan kembali menyerap.


Teman-teman yang sudah pakai cushion Korea punya, langsung ilfeel begitu gue kirim foto bentuk cushion TBS ini. Tapi buat gue ngga masalah sih mirip kayak keset gitu :)) Sambil ngebalik cushionnya, gue periksa bau dan warnanya, takut stale atau ada mold gitu. Kondisinya masih bersih, wangi, dan ngga ada discolouration.

Setelah cushion dibalik, ternyata efek pemakaiannya ngga sama dengan efek awal. Jadi rada powdery dan lebih susah transfer ke puff. Soalnya tekstur cushion bagian bawah beda banget dengan tekstur bagian atas ya, pastinya beda banget transfer ke puffnya. Cuma anehnya, efek semi-dewy yang gue sukain dari awal jadi ngga berasa juga.


Jadi lebih baik sih weekend dibalik (bagian atas jadi bawah), trus diemin selama weekend, lalu pas mau dipakai hari Senin, dibalik lagi ke posisi semula. Logikanya, bagian atas akan nyentuh sisa-sisa foundation di dasar wadah dulu dalam waktu yang cukup lama. Dalam kondisi penyerapan cushion sama sekali udah ngga maksimal, saatnya libatkan buffing brush untuk pickup seluruh isinya dan brush-brush ke wajah! Hope it helps.

Untuk puffnya, banyak yang bilang puffnya TBS ini jelek banget. Banyak alasannya lah, ada yang bilang karena banyak nyerap produk, susah ngeblend, dan lain-lain. Dalam pemakaian, keluhan-keluhan itu ngga terjadi di gue karena gue ngga ada benchmark (belum coba produk lain). Tapiii, puffnya memang ngga durable. Terbukti setelah gue cuci 3x (gue cuci peralatan makeup 2 minggu 1x) jahitan pinggirnya mulai sobek dan jeroannya kelihatan.


REPURCHASE?

Honestly, produk ini termasuk dalam list "Products I would repurchase". Hasil penggunaannya memuaskan dan ngga bikin efek yang aneh-aneh di wajah gue yang lagi jerawatan karena masalah hormonal. Untuk alasan kedua itu lah, produk ini sekarang lagi jadi zona aman dan nyaman untuk wajah gue. BTW TBS ini nge-claim ini aman untuk sensitive skin, jadi buat gue tried-and-tested lah!

Di samping itu, gue juga setuju dengan pendapat Diandra kalau cushion foundation ini adalah cara lain untuk dandan aja, ngga memberikan suatu hasil yang spesial. Kalau 1 pack cushion ini habis dalam waktu 2 bulan, artinya produk sejenis ini pricey sekali. Dua juta Rupiah setahun untuk cushion foundation.. hmm?

0 comments:

Post a Comment

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)