Pages

Suntikan Tapros Season 2, #2.

Friday, January 11, 2019


Suntikan Tapros kedua jauh lebih cepat dari perkiraan karena gue berpatokan sama siklus saat Season 1. Dulu, setiap habis suntik Tapros, gue skip mens 1 bulan, jadi siklus gue bisa sampai 40-60 hari. Ternyata, yang kemarin sekitar 22 hari gue udah mens lagi. Berhubung 22 hari termasuk siklus normal, akhirnya gue suntik Tapros lagi 3 Januari kemarin. Marhaban Yaa Bokek di Awal Tahun.

Singkatnya, gue suntik jadi 2x dalam kurun waktu sebulan karena lusa baru genap sebulan sejak suntik pertama. Gimana rasanya? Gotta say Season 2 ini jauh berbeda dari Season 1.

Kalau waktu Season 1, side effectnya lebih ke hot flushes dan perasaan jijik sama environment/benda yang -menurut gue- kotor. Gue bisa tuh senewen tiap dapet duit kotor, masuk toilet kotor, ih pokoknya kotor-kotor dikit gue senewen deh (kecuali sama kamar gue yang kaya kapal pecah hoho!). Sekarang, side effectnya lebih ke physical.

Dalam sebulan ini, gue mual abis-abisan meskipun bawaannya pengen makan mulu. Gue cerita ke temen gue, kata dia persis kayak dia pas hamil gitu.. pengen makan, begitu makanannya datang jadi ngga napsu karena eneg. Kalo kelamaan eneg, akhirnya sakit kepala. Eneg + sakit kepala = senewen juga akhirnya (tapi kali ini masih bisa pegang duit kotor).

Selain itu, setiap minggu rata-rata gue 2 kali migren. Migren ini sebenernya juga bisa disebabkan karena cuaca Jakarta yang panasnya banget-banget sih (alsoooo awal minggu ini gue ke Medan dan di sana menurut weather apps cuacanya feels like 40º C!!! Gue migren tapi di kiri dan di kanan sekaligus). Normalnya, kalau gue migren bisa dihilangkan dengan segelas kopi, tapi kali ini, butuh extra effort untuk hilangin migrennya, misalnya kopinya jadi tripple shot haha! Pake panadol juga berangsur-angsur sembuh kok.


Ternyata urusan mual dan migren bisa diatasin sama Peppermint Essential Oil. Makanya sekarang ke mana-mana gue bawa Peppermint untuk jaga-jaga. Kalau mual atau migren, gue tinggal hirup-hirup gitu atau dioles ke pelipis dan tengkuk leher beberapa kali. BTW bawa Peppermint juga lumayan berguna sih kalau masuk taxi yang bau.. soalnya gue cukup sensitif sama bau, macam kebauan bisa sakit kepala. #lemah

Tapi ada satu side effect baru lainnya yang masih susah gue atasin, yaitu gue jadi insomnia. Insomnia ini paling parah 3 hari setelah suntik, lalu berangsur-angsur membaik. Gue pernah pakai Lavender Essential Oil untuk membantu gue tidur nyenyak. Hasilnya.. terlalu nyenyak sampe gue bangun jam 9 pagi 2 hari berturut-turut! Untungnya kantor gue flexi hours selama pekerjaan bisa dideliver ontime. In the mean time karena gue lagi ada deadline mending jauhin Lavender dulu dan nikmatin insomnianya. Yang penting bangun denger alarm Subuh.

And ooh! Gue naik 1 kg sejak suntik Tapros pertama. Berat badan dari 42-something menjadi 43-something. Side effect lainnya apa ya? Ini belum confirmed sih, tapi belakangan ini rambut gue jadi shiny shiny cantik gitu meski rontok #ekekeke.

Bekas operasi alhamdulillah sudah 99% pulih. Lukanya udah ngeletek semua dan memarnya hanya sedikiiiit lagi. Mens pun ngga sakit lagi hingga sekarang. Alhamdulillah gue bisa beraktivitas tanpa "berpura-pura sehat".

0 comments:

Post a Comment

 
template design by Studio Mommy (© copyright 2015)