Bulan Juni lalu, gue positive covid pertama kalinya (belum gue ceritain detailnya di blog ini).
Trus sekarang.. kena lagi. Dua kali dalam kurun waktu 30 minggu.
Singkatnya, kronologis covid di Juni dan sekarang itu SAMA!
Di awal bulan, gue cuti. Naik pesawat. Pergi halan-halan.
Pulang aman.
Masuk kerja langsung sibuk, pusing, jadwal padat, hectic sendiri.
Trus pergi business trip ke luar kota di tengah minggu selama 2-3 hari.
Empat hari kemudian, tepatnya di hari Sabtu, gue mulai bergejala.
Minggunya test antigen mandiri di rumah.
Strip duwa.
Kejadiannya sama-sama abis cuti yang disusul kesibukan dan business trip sampai bergadang-gadang.
Sama-sama bergejala mulai bergejala di hari Sabtu. Lalu terkonfirmasi hari Minggu (3-4 hari setelah balik) lewat antigen yang reaktif.
Btw, kalau pengen tau kenapa antigen gue dihias-hias, bisa lihat blog post yang ini [LINK].
Untungnya ada perbedaan yang signifikan dari covid pertama dan yang kedua ini. Dulu gue batuk berat, radang tenggorokan, tulang linu-linu, demam roller coaster, pusing, mencret, semua penyakit lah kayaknya collab mixtape atas nama C.O.V.I.D.
Yang sekarang, gejalanya adalah bersin-bersin yang ngga diduga-duga eh ternyata Covid. Hari Sabtu subuh (tanggal 28) gue tiba-tiba meler dan bersin-bersin. Otak sederhanaku bilang, "Ini gara-gara kemarin minum sparkling water 750 ml pake es.." Trus gue di rumah bergentayangan aja mondar-mandir sambil bersin-bersin. Sempet nge-WA temen gue dan bilang: Ini kayaknya gue flu untuk pertama kalinya sejak pandemi, sampe lupa rasanya flu gini toh (saking "sehatnya" pas pandemi karena pake masker).
NAH JANGAN JUMAWA DULU JURAGAN!


